Selain itu, gagasan ini juga mendorong peningkatan partisipasi aktif anggota.
Hikam menegaskan perlunya membuka ruang-ruang inklusif bagi seluruh potensi Mata Garuda Sulawesi Utara.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan serta mengembangkan gagasan dan program-program pengurus sebelumnya.
Menurutnya, program yang telah dirumuskan dan dijalankan oleh kepengurusan MG Sulut 2.0 merupakan pijakan yang kuat, kreatif, dan progresif.
Pijakan tersebut dinilai penting dalam memperkuat peran Mata Garuda Sulawesi Utara ke depan.
Sebagai informasi, Mata Garuda merupakan organisasi alumni penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
LPDP sendiri merupakan program strategis pemerintah Republik Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia unggul.
Mata Garuda menjadi wadah berhimpun bagi alumni LPDP dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang profesi.
Organisasi ini berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui pengabdian kepada masyarakat, penguatan kebijakan publik, riset, kewirausahaan, serta pembangunan daerah berbasis pengetahuan.
Dengan terpilihnya Hikam Hulwanullah sebagai Ketua dan Remly Meiki Paendong sebagai Wakil Ketua Mata Garuda Sulawesi Utara periode 2026–2029, diharapkan MG Sulut semakin solid, inklusif, dan berdaya saing.
MG Sulut juga diharapkan mampu menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi Sulawesi Utara dan Indonesia.
(***/srisurya)
