Manado – Setelah sebelumnya menyatakan mundur dari jabatan sebagai wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Medy Lensun, sore ini langsung mengunjungi Wakil Gubernur Sulawesi Utara. Menurut Lensun, maksud kunjungannya ke kantor Gubernur Sulut untuk melaporkan pernyataannya soal pengunduran diri tersebut.
“Kita merasa Bupati (Sehan Landjar) sudah tidak komit lagi dengan kebijakan-kebijakan yang tidak tepat. Jadi kita sudah tidak bertahan lagi dengan orang seperti itu, mungkin kita beda latar belakang saya seorang pengusaha, satunya (Landjar) sebagai seorang politisi,” ujarnya.
“Kalau seorang pengusaha A bilang A tidak bisa berubah, tapi bahayanya hari ini bilang A tapi besok B itu tidak bisa dipegang, seperti itu. Jadi kita pikir dari pada stres sandiri lebih baik stop,” tegas Lensun.
Lebih lanjut dia menjelaskan, sebenarnya masalah ini sudah berkali-kali dikonsultasikan dengan Bupati, tetapi dirinya mengaku bingung belum bisa memberikan solusi yang terbaik. Ia mencontohkan, saat dirinya berangkat ke Amerika bersama dengan salah satu grup paduan suara Boltim untuk mengikuti lomba berskala internasional dimana saat itu dirinya bersama dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang kebetulan juga sebagai pelatih paduan suara dan ada ijin resmi secara tertulis, tetapi sepulangnya dari Amerika, Kadis tersebut telah dicopot dari jabatannya bersama dua pejabat lainnya.
“Itu salah satu contoh, dia dicopot tanpa ada alasan yang jelas, bersama dengan saya, di Indonesia dia sudah dicopot,” jelasnya.
“Untuk konsultasi kita sudah terlalu sering, tetapi saya bingung saya berbicara dengan siapa, dengan manusia atau dengan siapa,?” tambah Lensun. (jrp)
