
Penulis: Alfrits Semen | Minahasa Utara
Sektor pertanian di Kabupaten Minahasa Utara kembali menunjukkan perkembangan positif.
Panen raya padi sawah yang dilakukan Kelompok Tani Gotong Royong Merut di Desa Tatelu Rondor menjadi gambaran bahwa upaya peningkatan produktivitas mulai memberikan hasil di tingkat lapangan.
Panen dilakukan di areal persawahan seluas sekitar 0,9 hektare dengan varietas padi Impari 32.
Capaian tersebut dinilai menjadi indikator pendampingan teknis dan penguatan budidaya mulai berdampak terhadap hasil produksi petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara, Bertha L. Katuuk, mengatakan keberhasilan panen tidak terlepas dari kerja bersama antara petani, tenaga penyuluh, serta dukungan pemerintah daerah.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa ketika petani mendapat pendampingan yang konsisten dan didukung program yang tepat, hasilnya bisa terlihat langsung di lapangan,” kata Bertha.
Menurut dia, penguatan ketahanan pangan daerah saat ini terus diarahkan melalui penerapan teknologi budidaya yang sesuai kondisi lahan serta edukasi berkelanjutan kepada kelompok tani.
Pendampingan intensif dari penyuluh pertanian disebut menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola usaha taninya.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara juga menegaskan komitmennya memperkuat sektor agraris melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang menjangkau kebutuhan dari tahap produksi hingga distribusi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan pertanian yang diarahkan agar lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pemerintah daerah menilai keberhasilan panen seperti di Tatelu Rondor dapat menjadi dorongan bagi kelompok tani lain untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga ketersediaan pangan di daerah.
