Kotamobagu – Loyalis Antik sapaan akrab Djelantik Mokodompit mantan Walikota Kotamobagu yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu satu persatu mulai disingkirkan. Mulai dari pejabat eselon III dan IV yang di nonjobkan beberapa waktu lalu hingga saat ini yang hanya sebagai staf di suatu Dinas/Badan/Bagian kemudian di instruksikan untuk pindah tugas ke instansi lainnya yang dianggap tidak ada keterkaitan dengan kebijakan Pemkot. Bahkan ada pula yang diinstruksikan menjadi staf di Kelurahan.
Entah apa yang ada di benak Walikota dan Wakil Walikota saat ini, hingga instruksi sakti yang terkesan seperti politik balas dendam ini masih menjadi program kerja yang paling utama selain pemangkasan upah tenaga honorer oleh pasangan Tatong Bara-Jainuddin Damopolii.
Aktifis muda Windiarto Entebone menyesalkan aksi balas dendam tersebut menurutnya Walikota dan Wakil Walikota saat ini harusnya bisa menjadi pemersatu antara pendukung maupun simpatisan serta PNS yang kemarin sempat terkotak-kotak akibat perbedaan pilihan pada Pemilihan Walikota-Wakil Walikota (Pilwako) bulan Juni 2013 silam.
“Pasangan TB-JaDi harus lebih fokus dengan program kerja yang lebih nyata menyentuh rakyat daripada sibuk mengeluarkan instruksi pindah instansi kepada staf yang dianggap sebagai loyalis Djelantik. Masih banyak permasalahan yang belum mendapatkan solusi dari Pemerintah. Mereka harus bisa mengayomi para abdi negara dan menjadi contoh sebagai atasan yang baik,” kata Windi.
Lanjutnya bahwa politik balas dendam di lingkungan PNS hanyalah akan menambah rasa perlawanan bawahan kepada atasannya. Maka persaingan Pilwako yang lalu antara DjelaS (Djelantik-Rustam) dan TB-JaDi (Tatong Bara-Jainuddin Damopolii) tidak akan pernah ada kata selesai. Dan rakyatlah yang akan menanggung akibatnya.(haris)
