MANADO – Menyisahkan beberapa bulan lagi Universitas Sam Ratulangi akan melaksanakan pesta demokrasi empat tahunan, dimana akan adanya pemilihan rektor yang baru.
Selain Prof. Donald Rumokoy yang sudah dipastikan mencalonkan diri sebagai rektor di periode keduanya, ada beberapa kandidat yang masih melakukan pemetaan kekuatan antara maju atau tidak.
Informasi yang diperoleh oleh Beritamanado melalui sumber yang terpercaya di Unsrat, bahwa berbeda dengan beberapa kandidat yang masih melakukan konsolidasi untuk melakukan pemetaan antara maju atau tidak. Prof. Ellen Kumaat dipastikan akan menjadi salah satu kandidat yang akan menghalangi kemulusan Prof. Rumokoy untuk kedua kalinya menjadi rektor Unsrat.
“Pastinya dengan mencalonkan dirinya, Prof. Ellen Kumaat akan mempersulit jalan dari incumbent saat ini yaitu Prof. Rumokoy untuk memenangkan pertarungan menuju 01 Unsrat,” papar sumber terpercaya.
“Dan kalau sebelumnya ada keraguan dari publik antara maju atau tidaknya Prof. Kumaat dalam pertarungan ini! beberapa waktu lalu Prof. Ellen telah memastikan diri apapun yang terjadi beliau telah memastikan diri untuk maju,” lanjut sumber terpercaya ini yang tidak ingin ditulis namanya. (gn)

Kiapa bawa2 gubernur di masalah Unsrat? Ato aid yg mo suka jadi pahlawan?
Mari torang kepala dingin,.Di tangan Prof.Lucky ga ada kemajuan Unsrat. Di zaman Prof.Donald kemajuan di building mar para peneliti Unsrat malas meneliti, mungkin ga tau apa yg mau diteliti. Ingat Universitas adalah Research bukan ajang Politik. Kasian Unsrat di dalamnya banyak dosen2 yg cuma koar2 di media mar menelti di Fakultas nda ada. Saran saya Rumokoy lanjutka PR. 1 Kumaat. Nanti periode berikut baru Kumaat maju Rector. Karena Prof. Mandang tidak kapabel sebagai PR 1. Belum cakap masiih kelas Pembantu Dekan kalah kelas dgn pendahulunya. Gubernur tidak bisa mengintervensi di dlm kampus. Gub urus jow pensiun urus jow itu kuda.
Somo kase selamat lebe dulu…..Statuta baru sah…..Selamat kepada Prof. Donald Rumokoy sebagai Rektor Unsrat periode ke 2….soalnya kandidat lain ‘panako’ dan ‘ndak mampu’…..hmmmmmm
@Prof Lucky …
Saya Pribadi meng-Amin-i statement prof diatas bahwa “Marilah kita doakan agar Tuhan mengaruniakan Unsrat seorang Rektor yang akan membawa Unsrat kearah Excellent University.”
dan untuk Pendapat Pribadi saya ….
Bagi Prof Rumokoy, setelah kasus yg begitu banyak dialami UNSRAT apakah masih ngotot utk mencalonkan diri sebagai Rektor? apakah ada indikasi muatan politis di PilGub nanti?
TAPI .. yah …
Masa depan UNSRAT seperti yg dikemukakan Prof Lucky pada koment pertama diatas HANYA di tentukan oleh 100 org Guru Besar.
Kami berdoa semoga 100 Guru Besar juga mempunyai Tanggung jawab yg besar membawa UNSRAT kedepan dan Hati Nurani yg besar. BUKAN cuma terima tu Doi2 Besar … Haizzzz
Doa Kami utk UNSRAT
Salam,
Sam
Achirnya Mendikbud dan Dephunkam menyetujui Rancangan Statut Unsrat…saya termasuk yang mengkritisisi rancangan statuta Unsrat karena saya nilai agak “deskriminatif” karena hanya sebagai kecil Gurubesar yang akan menjadi anggota senat, boleh saja kecewa. Tapi, karena sudah diundangkan, sudah harus mematuhi aturan baru itu. No problem. Yang penting, “intelectual moral mission” sudah disampaikan, dan salah satu unsur dari “intelctual moral value” itu ialah “berikan kepada Kaisar apa yang Kaisar punya, kepada Tuhan apa yang Tuhan Punya”.
Salut dan “two thumbs up” bagi Rektor Donald Rumokoy yang sukses melakukan perobahan statuta, dan yang sekaligus diprediksi akan memuluskan beliau untuk memenangkan Pilrek 2012-2016 bulan April ini. Sekarang sedang ditunggu “Challengger” lainnya. Semoga Unsrat tidak kekurangan “Chalengger”, semoga Unsrat menyimpan “Potential Chalengers” yang akan muncul awal tahun ini…supaya Prof Rumokoy punya “rival” berpadan. Kalau ndak ada “rival”, bisa berakibat kurang baik bagi Unsrat , yaitu menciptakan peluang bagti Prof Rumokoy sebagai “lonely ranger” dan bisa tergoda menjadi “otoriter” karena “too strong”…. tapi saya berdoa tentu jangan sampai demikian. Kita Doakan, Tuhan mencurahkan Rohnya yang Kudus memberi Hikamt dan LKebijakan dan kekuatan kepemimpinan bagi Rekto Prof Rumokoy untuk penyelengaraan Pilrek ini supaya berjalan aman, tertib dan bermartabat. Kita juga doakan kiranya Tuhan memberi keberanian dan ketangguhan intelectual dan kepiawian berpolitik bagi “The New Chalengger” (termasuk Prof Ellen Kumaat, ProSyeni Mandang, dll ,) untuk mengikuti Pilrek 2012 ini, serta mendoakan agar senat Unsrat mampu untuk memberi penghargaan bagi yang oleh Tuhan tidak terpilih jiuga. Banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih kan. Banyak yang mau menjadi Rektor tapi hanya satu yang akan jadi Rektor. Ayo…mari sukseskan Pilrek Unsrat 2012. kan?….Marilah kita doakan agar Tuhan mengarunikana Unsrat seorang Rektor yang akan membawa Unsrat kearah Excellent University.
Kalo kita ada suara, kita mo pilih ulang Prof. Lucky. Pandangannya masih relevan
Tuerah sto bukang Tuela Prof Lucky, kalu Tuela (Ventje Tuela) mantan wabup Minahasa.
ah…..kita sejalan deng franky moodompit pe pandangan……”positve thinking”….saya percaya terhadap “the power of positive thinking”….walaupun banyak yang menilai torang deng “negatve thinking”…tapi kekuatan “positive thinking” masih lebih “powerful dari negative thinking”….Saya salut dengan jiwa “demokratis Prof Tuela” yang tidak melakukan hambatan apalagi penjegalan terhadap siapa saja calon yang berminat…..Walaupun Prof Runtuwene belum berhasil, tetapi Prof Tuela sudah membantu untuk menjadikan Prof Runtuwene “the future woman leader”….”candidate today.. rector tomorrow”…..viva Unima dan Doakan Unsrat…..syalom..
@Francky Mocodompis, kalo Prof. Paula legowo….dia nda pi mendaftar for mo bacalon Rektor.
Dengan mendaftar dan mencalonkan diri menandakan dia nda legowo…
Setiap calon musti paparkan masing2 dorang pe visi deng misi buat UNSRAT, kalo dorang mencalonkan diri. Bekeng terbuka ke civitas akademisi UNSRAT di ruang terbuka rupa Pilkada. 3 yang terbaik itu yang diusulkan ke Mendikbudnas.
I am the strongest in the world, now I am looking for opponents to challenge for me, although the big names of the PhD, Professor, spesialist docters and others not yet equal to me, I invite you to challenge me on IQLEAGUE.COM! or I say you’re only given the title as a form of seeking friendship, or a fear, or stupid
for franky, kalu nentau apa2 lebe bae (dan lebe arif) kalu ngana badiam jo….
bukang bagitu??
Franky, ngana mangarti apa yg ngana da bilang? hahahahaa….
Sikap para senator Unima berpihak pada nurani merupakan cerminan kedewasaan akademik yang perlu dicontoh. Sikap yang oleh Snr Barol diistilahkan akomodatif menunjukkan bahwa Unima masih bisa diharapkan membangun chemsitry akademik. Tidak selamanya isu dan opini yang dikembangkan menjadi fakta. Saya berpendapat sikap Prof. Paula untuk legowo (meski kecil dan tidak signifikan) turut didorong oleh jasa besar Prof. Tuerah ikut mendorong Ketua KPA Sinode GMIM mencapai gelar Guru Besarnya. Ternyata Unima bisa. Kenapa Unsrat tidak? Media-rumah kopi-kumpulan pendapat-boleh saja menggiring opini publik. Tapi sebagai sebuah almamater, saya masih percaya, Unsrat akan dapat menentukan nasibnya sendiri dan membuat kepentingan politik di bawah kepentingan akademik. Semoga.
@Aristoteles….kurang mo lia apakah pimpinan partai berpengaruh signifikan terhadap Unima, kalo waktu dulu, di Unsrat sekitar 10 thn lalu Waktu Golkar berkuasa, dp jawaban tantu samua so tau kang….ada pengaruh yang signifikan antara Ketua Partai dan pemilihan Rektor..
Kalo skarang di Unima, menarik ditunggu…
@Socrates, so itu leh…… Kalo boleh bacalon qta leh suka mo iko bacalon maar kalo mo rame lebe dapa lia di Unima soalnya lawan baru apalagi ketua partai besar depe sokongan…… Bahaya itu……….
Komentar dari prof l.sondakh tentang kiat memenangkan pertempuran sungguh baik, tetapi ada satu hal yang tidakp cocok untuk pertarungan idealisme di perguruan tinggi yang menghalalkan pragmtisme. Money politic dan cost politik itu saudara kembar tetapi diberi lebel seakan putih hitam, sama saja, haram………
@Aristoteles…torang cuma pengembira…supaya kwa rame…hahahaha….kalo nda ada saingan khan waktu pemilihan datar2 saja…mar kalo ada saingan…asyik..rupa skarang so rame….
btw siapapun yang jadi….VIVA UNSRATTTTTTTT
Bakuat bae2 kalo mo tumbangkan tuh incumbent….. Hahahahaha…..
Go…go…go….tumbangkan incumbent……
Go..go…go…tumbangkan incumebent.Go…go…go….tumbangkan incumbent……
Go..go…go…tumbangkan incumebent.Go…go…go….tumbangkan incumbent……
Go..go…go…tumbangkan incumebent.
Go…go…go….tumbangkan incumbent……
Go..go…go…tumbangkan incumebent.Go…go…go….tumbangkan incumbent……
Go..go…go…tumbangkan incumebent.Go…go…go….tumbangkan incumbent……
Go..go…go…tumbangkan incumebent.
Sebagai Alumni Unsrat cuma berharap, spy para Prof yg mendptkn kepercayaan utk memilih Rektor baru bisa melihat dgn hati & pikiran jernih siapa yg plg pantas jd Rektor… Aplg kalau sdh tahu semua calon yg ada memiliki kekurangan msg2, jd pilihlah calon yg kira2 memiliki kekurangan plg sedikit. Kalau yg sdh pernah menjabat lebih jelas lg krn sdh bisa dilihat & dirasakan bgm cara kerjanya selama menjabat. JBU.
…PROF LUCKY KITA KASIAN NINTAU APA-APA TENTANG UNSRAT DAN BUKAN ORANG UNSRAT…CUMA BISA DAPAT INFO DARI PROF DAN DARI SURAT KABAR INI…
…TORANG CUMA BERHARAP PEMILIHAN REKTOR UNSRAT NANTI BERJALAN DENGAN LANCAR DAN DAPAT MEMILIH SEORANG REKTOR YANG BARU…KITA RASA SAMUA CALON …BAGUS-BAGUS TOH ..ADA KEKURANGAN DAN KELEMAHAN MASING2…SAMA DENG PROF ADA BILANG NOH…
…
…PROF BIAR LEI CUMA SATU SUARA…MAR MANTAN REKTOR TOH…GURU BESAR ..DLL…JADI SO SAMA DENG ITU ADA ORANG BILANG …SESEPUH UNSRAT INI…HAHHAA…MASIH ADA DIA P PENGARUH TOH…HAHHHA..
…THX PROF..
Terima Kasih Kolega BIONGO…Biongo kata maar pande skali…..usul akang kamari pa kita dang sapa tu bagus jadi ‘jago’….soalnya…karena kita belum berhasil dipensionkan oleh “yang nyanda suka kita pe pandangan dan pendapat” maka yah…kita katuk masih ada hak memilih sapa. Bantu kaseh saran dang…soalnya selaku Mantan Rektor….cukup anyak anggota senat yang minta kita pe pandangan maar kita belum bersikap….Prof Rumokoy ada keunggulan: Professor Hukum, Istrinya juga Professor Hukum, anaknya juga Cumlaude Sarjana Hukum (termuda, cuma 2 tahun kuliah so klaar), putranya juga dosen Ekonomi…..jadi pasti akan “lebih adil” dalam kebijakan karena “Ahli Hukum”. Juga pengalaman politik,selaku ketua KPU pasti bisa ahli dalam permainan berpolitik praktis dan [pragmatis.
Kalau Prof Kumaat, alumni Unstrat, ITB, Ph.D dari Prancis, Ahli Teknik dan dekat kata deng Menteri (Sama2 dari Prancis), deng Hata Rajasa (Alumni ITB), Staf Ahli Gubernur (stou) dan dengannya Ahli dalam Pembangunan.
Tapi masing masing ada tiap tiap. Tiap tiap orang ada keunggulan dan kelemahannya juga….terserah katuk itu anggota senat mo menilai…kita kwak kasiang…cuma satu suara …tapi eh..satu suara bisa menentulkan kang?…Marijo berdoa supaya Tuhan Yang Maha Agung dan Kasih akan berikan Unsrat Rektor yang akan majukan Unsrat ini…sapa jo yang Tuhan tunjuk…so dia no…cuma katuk kan..Vox Populi Vox Dei, jangan Vox Populi Vox DOI dok eh….malam bae.
kalo pelatih sepakbola sama dgn guardiola bilang,torang buktikan di lapangan jo.cuma heran,bagaimana rupa depe hitungan boleh mo jadi bgtu.kalo cuma asal tulis bgtu samua org lei boleh. hahahahh
…BAKUAT BAE-BAE PUNYA KATU…! JANG CUMA BAKUAT DI UNSRAT…BAKUAT LEI SAMPE DI PUSAT…
…MAR NOMOR SATU KATU….BAKUAT BERDOA…IYO TOH…!!!…JANG ABIS MENANG… KAGE TETE MANIS SO TARIK SATU URAT….
…PROF LUCKY TANTU SO ADA DIA P JAGO INI…HAHAHH…BAGIMANA PROF ???
Panas komang ini pertarungan…so dimulai dengan perang kata2 di dunia maya. kita yakin kebanyakan yg terlibat perang kata2 online mungkin adalah dosen2 yang membela pilihan masing2.
kita pe prediksi kalo statuta Rancangan Rektor nda berhasil
kedudukan akan menjadi
Rumokoy 42
Kumaat 39
Calon lain 19
kurang mo lia pilihan Menteri bagimana, menarik untuk ditunggu
Saluut atas gagasan Sdr Maxi Timbuleng. Pola recruitment calon rektor yang dijaring secara langsung dari bawah sudah diterapkan di beberapa perguruan tinggi. Proses ini benar benar akan menghasilkan bakal calon dan kemudian calon rektor yang teruji keunggulannya dari semua aspek. Misalnya dijaring dahulu 10 bakal bakal calon melalui pemilihan terbuka yang diikuti oleh seluruh mahasiswa, dosen dan pegawai, lalu kemudian ke 10 orang ini dipilih 3 terbaik di Senat Universitas, lalu ke 3 orang ini bakal calon ini diusulkan ke Mendiknas.
Inilah proses recruitment yang sangat demokratis, dan sistim demokrasi yang akan menghasilkan pemimpoin yang unggul teruji. Lihat saja bagaimana proses pemilihan presiden atau gubenur yang dipilih melalui pemiolihan langsung.
Sayangnya, usul perobahan statuta Unsrat yang telah dikirimkan oleh Rektor Ketua Senat, sangat jauh dari esensi demokrasi. Hak politik sebagian besar gurubesar, demi effisiensi katanya, direduksi. Hanya sekitar 30 % Gurubesar yang nantinya berhak memilih. Apalagi otomatis seluruh pimpinan Fakultas dan 2 anggota senat non gurubesar utusan Fakultas pasti akan mudah diarahkan untuk ‘pro incumbent’. Jadi kalau statuta ini disetujui, saya prediksi peluang incumbent untuk menjabat periode kedua akan tinggi.
Kalau statuta ini belum disetujui bwerarti kembali ke pola pemilihan sebelumnya. Kalau memang statuta harus dirobah, usulan Sdr Maxi Timbuleng akan sangat bagus, dan saya selaku anggota senat, akan mengusulkannya ke sidang senat.
Saya punya satu pertanyaan ke publik?….apakah membahas masaalah kampus di media ‘on line’ ini bisa dinilai menyalahi ‘code etik’ Kampus?. Saya Unsrat adalah lembaga publik dan publik berhak mengetahui dan kemudian memberikan saran untuk perbaikan lembaga ini demi peningkatan mutu yang berujung pada peningkatan SDM Sulawesi Utara kan?…Pandangan ini bukan mengeritik seseorang kan?…We are not attacking persons, we are attacking issue…isssue antara pola pemilihan yang demokratis dari bawah vs pola pemilihan yang relatif “otoriter” Top down…..syalom.na Unsrat Unima.
Universitas (Universitas magistorum et scholarium) dimana didalamnya
ada komunitas teachers & scholars harus mengutamakan kualitas pen
didikan tinggi dan mengadakan research yang bermanfaat bagi kehidupan
manusia di planet ini. Productitivity & innovative research harus berkesi
nambungan.
Academic freedom sudah ada semenjak ancient pendidikan tinggi.
Ambisi seseorang untuk memimpin atau menjadi number one dalam
institusi kita hargai. Tetapi alangkah baiknya kalau semua ini ditempuh
dengan mata hati yang terbuka dan penuh kebijaksanaan.
Selamat belajar dan mengajar.
Demokrasi dalam pemilihan pemimpin di Perguruan Tinggi masih setengah-setengah hati. hal ini membuka peluang bagi para calon/kandidat untuk maju secara tidak fer, bahkan cenderung ke permainan yang tidak sehat Money politics dsb. Hasilnya bisa menjadi pemimpin yang KKN. Dosen enggan menunjukan kemampuannya, apalagi karyawan administrasi yang cenderung menjadi warga kelas dua di PTN karena aspirasinya tidak ada yang peduli. Di beberapa Universitas Negeri terkemuka di Jawa, kita ambil contoh Unibraw dan UM Malang, penjaringan Rektor benar benar berasal dari akar rumput. Tri Civitas akademika Dosen, Karyawan, dan mahasiswa ikut terlibat dalam penjaringan secara terbuka (Pemilu Raya). Kandidat yang integritasnya tidak meyakinkan, akan sulit terjaring. berdasarkan penjaringan dari tri civitas itulah baru senat berperan. Sayangya PTN di Daerah kita malah membatasi keterlibatan senat (perwakilan). Apa maksudnya? Justru semestinya senat harus berjuang supaya pemilihan Rektor harus terbuka untuk seluruh warga perguruan tinggi. Supaya semua kandidat termasuk incumbent mendapat peluang yang sama untuk terpilih. Toh senat masih mendapat kesempatan untuk menentukan setelah penjaringan dari tri civitas akademika. Disisi lain, beban senat yang nota bene para profesor dan orang orang terpilih akan lebih ringan karena semua kandidat teruji melalui penjaringan. Semoga pembaca yang kebetulan anggota senat dapat memperjuangkan hal ini demi majunya Perguruan tinggi, dan Sulut tercinta. Syaloom
baku ajar jo ngoni asal jangang peke piso…. pake pokos-pokos nyanda apa2, asal jangang dapa tau.
Harus torang akui pemilihan Rektor menjadi pragmatis di eranya Prof Lucky jadi Rektor, oleh karena itu, perlu kembali ke sistem lama, di eranya Prof. Tangkudung almarhum, samua dapat dicapai dengan musyawarah mufakat, dan Unsrat mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Prof Philotheus Tuerah adalah contoh kepemimpinan yang mengakomodasi semua kepentingan seperti dizamannya Prof tangkudung di Unsrat
Tahap pertama, adalah Senat Universitas yang akan memilih 3 orang dari dari sekian banyak kandidat Rektor untuk diusulkan ke Mendiknas. Hasil Pilrek senat dikirim ke Mendiknas. Nanti Mendiknas yang memutuskan. Khabarnya, sesuai aturan yang berlaku, Mendiknas mengantongi 35 % suara. Kepada siapa 35% ini akan diberikannya, hanya Mendiknas yang tahu.
Jadi, seorang kandidat yang dipilih oleh majoritas anggota senat, tapi tidak ok dengan Mendiknas, hanya akan dapat mengalahkan pilihan sang Menteri, kalau si kandidat itu dapat meraih sekitar 76 suara dari 100 orang anggota senat. Kalau si kandidat mendapat dukungan Mendiknas, si kandidat itu cukup saja meraih dukungan 24 anggota senat. Jadi, perlu di cermati, kira kira Pak Mendiknas akan berpihak kemana?, Prof Rumokoy atau Prof Kumaat?…atau mungkin ada calon lain. Ramalan saya, Mendiknas akan meminta pandangan Gubernur selaku Ketua Dewan Penyantun Unsrat. Jadi, kandidat mana yang akan mendapat dukungan Mendiknas, kita lihat saja, siapa kandiiat yang “chemistry” nya cocok dengan Gubernur dan terutama Mendiknas. Sampai saat ini…no body knows. Only God Knows.
Unsrat juga sedang menunggu keputusan Mendiknas apakah akan mengesahkan Statuta Unsrat yang baru atau belum. Usulan statuta Unsrat yang baru antara lain akan mengatur siapa anggota senat yang berhak memilih. Karena dengan usulan statuta yang baru ini sudah tidak otomatis semua Gurubesar berhak memilih. Yang berhak memilih adalah perwakilan Gurubesar.. Jumlah perwakilan ini sekitar 30 %. Perkiraan saya, kalau usulan statuta Unsrat akan disahkan Mendiknas,peluang Prof Rumokoy untuk lanjut ke periode kedua sebagai Rektor akan relatif tinggi. Karena. pengaruh Rektor ke para Dekan untuk memainkan proses pemilihan wakil gurubesar yang sejalan dengan “chemistry” beliau. Kalau statuta tidak diterbitkan oleh Mendiknas, Prof Rumokoy harus kerja lagi dengan “defence strategy” yang prima untuk melakukan “offensif strategy” yang effektif.
Pada saat ini, belum ada yang mampu memprediksi secara akurat siapa yang akan memenangi pertarungan. Prof Rumpokoy atau Prof Ellen, Kumaat atau mungkin ada “Satrio Piningit” yang nanti akan muncul pada moment tak terduga.
Yang akan memenangkan pertatungan tahun depan ialah Kandidait yang mahir memainkan strategi SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat”. Masing masing kandidat ada tiap tiapnya. Tiap tiap kadidat ada masing masing2 nya. Masing masing ada kekuatan keunggulannya, tapi juga ada kelemahannya. Prof Rumokoy ada keunggulan tapi juga kelemahan. Demikian juga Prof Ellen ada keunggulan dan kelemahannya. Tergantung siapa yang pintar memainkan keunggulan dan mengendalikan kelemahan dalam menangkap peluang dan meredam ancaman. Itulah strategi.
Pasti masing masing kandidat sudah mulai bersrategi. Kalau saya yang kepentingannya cuma satu, ingin lihat IUnsrat menjadi Excellent, akan lebih dahulu melihat dari sudut “idealisme” keintelectualan. Siapa kandidoiat yang kira kira dapat membawa Unsrat lebih baik kedepan?. Siapa yang mempunyai idealisme dan kemahiran menjadikan idelaisme menjadi kenyataan?. Idealisme adalah “necessary condidition” tapi dalam politik, tanpa dilenglkapi oleh “pragmatisme” ( termasuk dana : cost politic dan bukan money politic) untuk membiayai serangan “udara, laut dan darat” sebagai pesyaratan pelengkap, akan sulit merebut kekuasaan……OK Prof Rumpokoy, Ok Prof Ellen Kumaat, Ok Para Kandidat Lain…..Majulah Ke Medan Laga dengan mengedepankan Idealisme yang dimainkan melalui Strategi Pragmatis untuk bertarung merebiut sympati dan “the power of mind and heart” dari kami anggota senat……Tuhan Memberkati. Selamat bertarung.
Saya mengajak Torang Samua Warga Unsrat berdoa kiranya Unsrat mendapatkan Rektor tuk Tahun 2012-2016 yang bisa menjadikan impian kita bersama : Unsrat sebagai “Excellent University” bisa menjadi kenyataan. Siapapun yang terpilih, pasti Dialah yang dikehendaki Tuhan untuk menjalankan RancangaNYA yang adalah rancangan kebaikan di Sulawesi Utara ini. GBU all.