
Manado – Akademisi yang juga pemerhati pemerintahan dan politik Sulawesi Utara, Mahyudin Damis, angkat bicara soal personil KPU Sulut yang baru saja dilantik, Jumat (24/4) pagi tadi di Jakarta.
Menurut dosen Unsrat yang terkenal vokal ini, kelima komisioner KPU Sulut tersebut merupakan hasil dari produk politik hukum yang belum baik dan benar.
“Tak ada gunanya mengomentari dimana para pengambil keputusan di republik ini yang ternyata masih mengedepankan “pendekatan hasil”. Sementara saya sebagai akademisi jauh lebih mengedepankan “pendekatan proses”. Pendekatan proses tentu dilandasi pada UU dan peraturan pelaksanaannya. Politik hukum kita masih belum berjalan dengan baik dan benar,” jelasnya kepada BeritaManado.com.
Masalahnya kata dia, itu adalah politik hukum kita lemah dari dulu hingga sekarang aturan hukum kita tidak jalan. “Adanya di atas kertas saja,” kunci Mahyudin.(tr-01)
