
Airmadidi-Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Minut Howard Pengky Marius mempertanyakan komitmen PT Tirta Investama/Danone (Aqua) dalam perekrutan tenaga kerja lokal yang berasal dari Airmadidi.
“Kami curiga persentase tenaga kerja lokal yang bekerja di PT Tirta Investama (Aqua) sudah tak sama dengan komitmen yang ada,” ujar Marius.
Lanjutnya, tenaga kerjs asal Minut juga diminta bersikap profesional dan bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang diberikan.
“Jangan karena ada prioritas terhadap naker lokal di perusahaan kemudian bersikap seenaknya dan tidak komit dengan pekerjaan,” ingatnya.
Selain itu, Marius juga mempertanyakan terkait transparansi pengelolaan limbah PT Tirta Investama.
“Apakah laporan pengolahan limbahnya UPL/UKL terus diperbaruhi setiap tiga atau enam bulan atau tidak?” tanya Marius.
Terkait transparansi pengelolaan limbah kepala BPLH Tieneke Rarung pun membenarkan bahwa PT Tirta Investama satu-satunya perusahaan di Sulut yang mengantingi status proper hijau terkait pengelolaan limbah.
“Proper hijau itu adalah ketaatan perusahaan terhadap pelaporan UPL/UKL yang dilaporkan setiap enam bulan sekali dan dalam proses pembaharuan itu ikut melibatkan tim dari kementerian lingkungan hidup, BLH Sulut dan BPLH kabupaten,” tutup Rarung.(findamuhtar)
