
Manado – Anggota Komisi 2 DPRD Sulut yang membidangi perekonomian, Billy Lombok meminta Bank Indonesia (BI) melakukan operasi pasar secara acak untuk mengantisipasi banyaknya uang palsu yang beredar setiap menjelang Natal.
“BI dengan tim pencegahan uang palsu harus proaktif sebab ini akan melunturkan kepercayaan masyarakat terhadap rupiah,” kata Lombok kepada BeritaManado.com
Politisi Partai Demokrat ini juga menjelaskan, keberadaan rupiah palsu di tengah masyarakat juga berpotensi melemahkan nilai rupiah karena orang bisa lari dari rupiah ke Valas (valuta asing) atau ke barang-barang dan jasa.
“Jadi BI dan tim pencegahan uang palsu harus bergerak dengan cepat secara acak di beberapa Kabupaten dan kota di Sulut,” jelas Lombok. Dia mengakui, masalah seperti ini terjadi setiap tahun menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Ini soal yang sering diduga terjadi menjelang Natal atau Tahun Baru. Jadi harus diantisipasi sejak dini,” tandasnya. (risat)
