
Manado – Pemerintah Kota Manado melalui Kepala Dinas Komunikasi dan informasi (Kominfo) Erwin Kontu, menggelar workshop deklarasi Manado cerdas anti hoax.
Workshop dihadiri beberapa unsur, Polres Manado, GAMKI Manado, KNPI Manado, jajaran wartawan media cetak, dan online.
Workshop dimulai pukul 10.00 Wita,
tampil sebagai pemateri, tenaga ahli dirjen informasi dan komunikasi publik Kemkominfo RI, Dr. Ismail Cawidu, Komisioner Komisi Informasi Provinsi Sulut Drs. Philip Regar MS.
Walikota Manado Vicky Lumentut lewat Kabag asisten I Mikcler Lakat membuka secara resmi workshop tersebut. Sekaligus menyambut baik kegiatan workshop anti hoax yang dilaksanakan di Hotel Grand Puri Manado.
Mickler Lakat mengatakan dunia informasi termasuk dunia informasi berkembang begitu pesat. Untuk itu kemajuan informasi menjadi lebih mudah di akses karena jarak tidak lagi memisahkan.
“Sementara banyak media cetak, elektronik, online hadir membawakan berita. Arus informasi menjadi banjir informasi. Akan tetapi menjadi sulit melihat mana berita yang benar dapat dipercaya bukan hanya copy paste dengan sumber tidak jelas. Dan apaka berita yang disampaikan berimbang atau hanya menyudutkan orang lain,” kata Mikcler Lakat, saat memberikan sambutan, Selasa (8/8/2017)
Lanjutnya, banjir informasi dalam frekuensi dapat mengakibatkan kita kewalahan untuk mencerna berita.
“Akibatnya banyak yang termakan berita hoax, dan lebih buruk lagi langsung asal share, dan ada pula yang mengarahkan langsung kearah radikalisme, akibatnya hanya membaca satu sumber informasi,” Mikcler Lakat.
Menurut Mikcler Lakat, ini sangat memprihatinkan kemajuan teknologi informasi, kebebasan berekpresi yang mestinya menjadi berbuah kebaikan bukan keburukan.
“Kita semestinya menguasai tols (alat) yang mestinya memilah berita untuk menemukan kebenaran, bukan dikuasai hoax,” tegasnya
(Anes Tumengkol)
