Berita Utama

KKK Pusat Tak Pernah Usir Korban Banjir Manado

Konser amal Senandung untuk Negeri disesaki pengunjung (foto ist)
Konser amal Senandung untuk Negeri disesaki pengunjung (foto ist)

Jakarta – Pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Pusat menyatakan sangat menyangkan pemberitaan soal adanya korban bencana banjir Kota Manado yang diusir ketika acara konser amal bertajuk “Senandung untuk Negeri” atau Charity untuk Manado, Rabu (5/2/2014) malam di Hard Rock Cafe, Pacific Place Jakarta.

Menurut Bidang Humas dan Media KKK Pusat, Berty Lumempouw, pemberitaan diberbagai media online tentang terjadi pengusiran oleh pihak penyelenggara terhadap korban banjir Manado pada saat acara konser amal, itu tidaklah benar.

“Perlu disampaikan bahwa kejaadian ini bermula pada saat itu seorang yang katanya tokoh pemuda dari Sulawesi Utara berinisial JK yang hadir dengan rombongannya menempati tempat duduk dimeja paling depan,” kata Lumempouw dalam rilisnya kepada redaski beritamanado.com, Jumat (7/2/2014).

Ketika akan dimulai acara konser kata Lumempouw, pihak penyelenggara memberitahu sebelumnya bahwa pukul 17.00 Wib nanti semua meja-meja akan di close dan yang ingin menempati harus membayar uang sebesar Rp10 juta per meja untuk 5 orang. Harga itu kata dia diluar tiket yang harus dibeli setiap pengunjung.

“Ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan dana,” katanya.

Namun apa yang diberitahukan pihak penyelenggara membuat JK tersinggung dengan mengatakan bahwa dirinya membawah dua orang korban banjir. JK sempat mengancam pihak penyelenggara untuk dimasukan dimedia.

“Terus terang kami tidak pernah mengusir apalagi ada bahasa mengusir korban bencana. Yang dilakukan hanya memberitahukan tentang aturan selama acara berlangsung,” katanya.

Lumempouw mengatakan, acara yang mereka gelar adalah acara kemanusiaan yang tujuannya menggalang dana, bukan acara politik yang penyelenggara harus menyiapkan tempat khusus bagi yang mengaku tokoh ataupun pejabat.

“Dan perlu disampaikan acara konser amal ini bukan untuk kepentingan politik seseorang, tapi murni acara kemanusiaan. Dan hasil yang didapat pada acara semalam sebesar Rp400jutaan akan disumbangkan ke korban banjir yang ada di Manado,” katanya seraya menambahkan dalam waktu dekat sumbangan yang terkumpul akan diserahkan ke Manado.(timredaksi)

Baca juga TOPIK ini:

4 tanggapan untuk “KKK Pusat Tak Pernah Usir Korban Banjir Manado”

  1. Jadi rupanya oknum berinisial JK inilah sang provokator…

    Datang ke Jakarta untuk menyaksikan konser bukan untuk beramal…

    Malahan mau mengambil tempat eksekutive bernilai 10juta dengan gratis …

    Dan ketika panitia memberitahunya bahwa kursi yang didudukinya bernilai 10juta per meja…malahan marah-marah dan mengatakan ‘Saya Korban Banjir…!!!’

    ‘Loh bapak ini korban banjir koq malah ada disini ya Pak..???…Bapak bisa bayar tiket pesawat untuk rombongan tapi tak bisa bayar table 10 juta…???’

    Malahan memprovokasi media agar memusuhi pihak pengelola pengumpulan dana amal…

    Jadi…wakil rakyat yang akan dipilih nanti adalah PROVOKATOR…????

    Seharusnya ‘insiden’ kecil yang terjadi di meja ekslusive itu tak perlu menjadi konsumsi media masa… kecuali dengan sengaja didramatisir dan dipolitir…

    Ulah JK ibarat meludahi bantuan yang akan diterima warga Manado…

  2. Manado berita.com, bisa dibuat kritis tidak dalam penyajiannya?

    Seolah-olah tidak adil malahan ngawur.

    Pemebritaan yg mengadu domba tidak ada nilai kasih, tidak perlu di tayangkan.

    Mar Jadi tuh berkat!
    Bukan membuat situasi makin panas.

    Trims.

  3. Maju terus KKK jangan mundur saya dan kawan2 warga Kawanua di Jabodetabek mendukungmu….JK klo berani berbuat untuk Indonesia baru tunjung jago di Kampung ( so beking apa JK diIndonesia? )

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara