Kota Manado

Kisah Lawyer Senior Johannes Budiman: Kalau Mau Kaya, Sudah Dari Dulu!

Begitu pula dengan profesionalitas seorang Johan Kanter yang tidak memanfaatkan kapasitasnya di militer.

“Jadi kalau ada surat salah satu huruf saja, pak Kanter suruh buat ulang. Beliau teliti sekali, dan itu terbawa dalam diri saya sampai sekarang,” beber Budiman.

Kurun waktu 1991-2005, Budiman kemudian diajak menjadi lawyer dan bergabung bersama tim Sinyo Harry Sarundajang (SHS).

Ia pun sangat dekat dengan mantan Gubernur Sulut dua periode tersebut.

Menurut Budiman, SHS pernah menawarkannya menjadi anggota legislatif.

Tetapi, karena kecintaan dan komitmen terhadap profesi pengacara, Budiman menolak halus tawaran itu.

“Kalau mau kaya raya sudah dari dulu. Banyak klien papan atas, tawaran menggiurkan hingga kesempatan emas. Tapi kita juga harus punya prinsip,” tegasnya.

Budiman percaya rejeki sudah menjadi urusan Tuhan.

Sehingga ia tidak mematok besaran biaya kepada klien.

Semua mengalir dengan tujuan murni untuk membela.

Budiman memiliki moto ‘hidup adalah perjuangan’.

Dan untuk mencapai sesuatu, membutuhkan proses bukan instan.

“Boleh bermimpi, tapi harus sadar dengan keadaan,” tuturnya.

Kisah Lawyer Senior Johannes Budiman: Kalau Mau Kaya, Sudah Dari Dulu!

Sebagai lawyer senior, Budiman pun memberikan wejangan khusus kepada para pengacara muda, dan para mahasiswa yang berencana terjun ke pekerjaan ini.

Budiman berpesan agar bertanggung jawab penuh terhadap suatu perkara.

Sebab tugas pengacara adalah menyelesaikan perkara bukan bina perkara, apalagi memaksakan perkara tersebut.

Puluhan tahun berkecimpung di lingkungan advokat, Budiman sering menemukan kasus yang dipaksakan, padahal bukti sangat lemah.

Mirisnya, ada pengacara menjadikan itu pekerjaan transit dan langsung meninggalkan kasus jika ada peluang lain.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara