Jadi, sekalipun Israel bangsa yang dibuang, mereka tetap menjadi orang merdeka di negeri pembuangan. Hal ini terjadi karena kasih Tuhan.
Hal yang KEDUA: KEADILAN TUHAN (ay. 15-23)
Berbeda dengan situasi umat Israel yang dibuang. Umat Israel yang masih tinggi justru mengalami situasi berbeda. Terdapat dua hal yang menjadi perhatian dalam ayat 15-23 yaitu: Satu, Ketidaktaatan terhadap Firman Tuhan dan Kedua, Penyimpangan pesan Firman Tuhan.
Kedua hal ini menjadi stuatu perilaku yang dijalani secara sengaja dan sadar oleh umat Israel yang tinggal (tidak dibuang ke Babel).
Akibatnya bagi umat Israel yang tinggal ini adalah (ayat 17): “Sesungguhnya, AKU akan mengirimkan pedang, kelaparan dan penyakit sampar ke antara mereka dan AKU akan membuat mereka seperti buah ara yang busuk…”
Jadi bagi umat Israel yang tinggal ini, mereka yang tidak taat terhadap firman Tuhan merek menerima… “kutuk, kedasyatan, suitan dan aib (ayat 18). Umat Israel ini dihukum hebat karena tidak taat.
Tetapi juga, bagi orang-orang yang melecehkan firman dengan penyimpangan beritanya, tidak luput dari hukuman berat. Termasuk yang berada di pembuangan Babel, mereka dibinasakan. Mereka merdeka tetapi menderita.
Bapak ibu dan saudara-saudara yang dikasihi dan diberkati Tuhan.
Dua aspek dari pribadi Tuhan: Kasih setia dan Keadilan, tidak dapat dipisahan satu dengan lainnya. Keduanya beriringan secara konsisten.
Dengan demikian, bagi kita saat ini adalah sunguh-sungguh hidup dalam ketaatan dan hormat bagi Tuhan Allah melalui firmanNya.
Sebagai warga KGPM kitapun harus memiliki serius untuk menjalani keteladanan dan penghormatan kepada Tuhan Allah didalam Yesus Kristus juru selamat kita.
Sehingga kita dimampukan untuk menjalani kehidupan sebagai umat Tuhan yang memberikan kontribusi berkat bagi: keluarga kita, masyaralat dan bangsa kita.
Memaknai bulan syukur bangsa Indonesia memperingati HUT ke-77 sebagai warga KGPM memahami bahwa kemerdekaan itu adalah anugerah Tuhan Allah. Kita sungguh merdeka dimanapun kita berada di negeri ini sambil mengupayakan karya kita bagi bangsa dan Negara Indonesia.
Tuhan Yesus memerdekakan, Ia yang dimuliakan. Amin.
Sumber: Firman Hidup dan Kerja
