Agama dan Pendidikan

Kerusuhan di Tataaran, Ini Tanggapan Pemerhati Sosial!

Mahyudin Damis
Mahyudin Damis

 

Manado – Bentrokan Warga dengan Mahasiswa di Tataaran Tondano kemarin pagi memakan korban jiwa dari Mahasiswa, menyikapi hal ini pemerhati Sosial dan Masyarakat Sulut, Mahyudin Damis mengatakan bentrokan tersebut sudah sering terjadi, ironisnya salah satu kelompok pelaku tawuran adalah calon Intelektual alias Mahasiswa. Ini perlu ada Solusi cepat dalam penanganannya.

“Terkesan kedua belah pihak seolah-olah tak mendapatkan dampak dari dunia pendidikan itu sendiri. Hal ini menimbulkan pula kesan negatif jika tak segera mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Disatu sisi, bagi kota Tondano sebagai tempat kelahiran tokoh pendidikan nasional DR Sam Ratulangi tercoreng,” ujar Damis kepada BeritaManado.com melalui pesan BBM pribadinya.

“Tak hanya itu kejadian tersebut juga membawa dampak terhadap para orang tua di berbagai daerah, karena mereka enggan menyekolahkan anaknya di Tondano. Langkah awal yang harus dibenahi adalah penertiban penjualan miras yang ada disekitar kampus dan kos-kosan Mahasiswa. Sebab Miras ini juga punya kontribusi besar dalam tindak pidana kejahatan dikalangan mahasiswa dan warga setempat,” sambungnya lagi.

Akademisi Unsrat ini juga berharap Polisi dapat segera menindak tegas para pelaku bentrokan yang telah menewaskan Mahasiswa. (risat)

 

2 tanggapan untuk “Kerusuhan di Tataaran, Ini Tanggapan Pemerhati Sosial!”

  1. Budaya anak muda tondano itu ga bisa liat org baru. Klo ada org baru, kemungkinan besar dipukuli ato dipalak. Ada yg salah soal pergaulan anak muda maupun masyarakat disana secara umum. Ga brani jalan sendirian disana. Dimana2 pasti ada tempat jualan miras. Padahal efek miras sdh kita tau akibatnya. Spertinya butuh peran serta smua masyarakat untuk merubahnya ke arah yg lbh baik

  2. Dampak yang terjadi terkesan bahwa mahasiswa atau calon intelektual ini selalu saja menjadi sorotan masyarakat,,akan tetapi kita juga harus melihat bagaimana nasib seorang pendidik,,yang saat ini hanya bisa diam tidak bertindak dalam menangani masalah2 seperti yang sering kita dengar,,memang menjadi pertanyaan apakah pemerintah sudah benar2 berbenah dalam pendidikan atau hanya mementingakan pembangunan daerah melalui sektor infrastruktur bukan dari segi pendidikan,,ingat dari dulu DR Samtratulangi sudah menjadi pejuangan pendidikan tapi sangat disesali,,saat ini kawanua menjadi sosok yang begitu di takuti dari sisi keamanan ber pendidikan,,
    Terimah Kasih

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara