Mitra

Kepsek SMAN 1 Ratahan: Pelaku Sudah Diberikan Sanksi

Ratahan – Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Ratahan, Minahasa Tenggara (Mitra) Drs Jotje Taroreh membenarkan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah siswa kelas 11 kepada siswa kelas 10 saat malam puncak kegiatan ekstra kulikuler pramuka, Jumat (1/11) baru-baru ini.

Kepada BeritaManado.com Taroreh mengungkapkan, pihaknya akan kejadian ini langsung memanggil sejumlah siswa yang diduga kuat menjadi pelaku penganiayaan. “Sudah ada tiga siswa yang melakukan penganiayaan kita panggil. Dan ketiganya langsung diberikan sanksi berupa skors baik dalam kegiatan kulikuler pramuka maupun kegiatan belajar mengajar. Ketiganya untuk sementara waktu harus menjalani pembinaan di rumah masing-masing,” ujar Taroreh, Selasa (5/11).

Lanjut Taroreh, masalah ini akan terus ditelusuri pihak sekolah termasuk mengungkap semua pelaku. Selain itu para orang tua murid yang bersangkutan juga akan dipanggil. “Memang mereka (pelaku, red) bersama orang tua sudah menyampaikan permohonan maaf. Namun demikian tentu harus ada pernyataan untuk tidak melakukan perbuatan yang sama dikemudian hari. Jika kembali dilakukan, maka kita tidak segan-segan mengeluarkan yang bersangkutan dari sekolah. ” tegasnya.

Pihak sekolah sendiri atas persoalan ini kata Taroreh, akan terus melakukan upaya pembinaan kepada para siswa. Langkah ini penting dalam upaya mencegah terjadinya konflik antar sesama siswa yang ditakutkan meluas menjadi antar kelompok.

Ketika ditanya apakah saat kejadian tidak ada satu pun guru yang berada di lokasi kejadian, Taroreh sendiri mengatakan saat itu ada guru yang mengawasi kegiatan pramuka tersebut. Meski demikian, dia memastikan tidak akan memberikan dispensasi bagi semua pihak yang terlibat dalam masalah ini. “Secepatnya kita clearkan kejadian yang memalukan dunia pendidikan di Mitra,” tukasnya. (Rulan Sandag)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara