Internasional

Kelompok Transportasi di Filipina Gelar Aksi Mogok Imbas Lonjakan Harga Bahan Bakar

Sejumlah orang menunggu kendaraan jeepney dan bus dalam perjalanan menuju tempat kerja, sementara para komuter serta pengemudi dan operator angkutan umum menggelar aksi mogok untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka atas kenaikan harga minyak yang terus berlanjut, di sebuah jalan di Quezon City, Filipina, pada 19 Maret 2026. (Xinhua/Rouelle Umali)
Sejumlah orang menunggu kendaraan jeepney dan bus dalam perjalanan menuju tempat kerja, sementara para komuter serta pengemudi dan operator angkutan umum menggelar aksi mogok untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka atas kenaikan harga minyak yang terus berlanjut, di sebuah jalan di Quezon City, Filipina, pada 19 Maret 2026. (Xinhua/Rouelle Umali)

Sejumlah kelompok transportasi pada Kamis (19/3) melancarkan aksi mogok transportasi nasional di Filipina sebagai bentuk protes terhadap lonjakan harga minyak.

   Media lokal melaporkan aksi mogok tersebut berlangsung di 15 hingga 20 titik unjuk rasa di seluruh wilayah Metro Manila, dengan aksi serupa juga digelar di beberapa provinsi utama.

   Beberapa tuntutan para pengunjuk rasa di antaranya penurunan segera harga minyak, penghapusan pajak cukai dan pajak pertambahan nilai (PPN) pada produk-produk bahan bakar minyak, perluasan subsidi bagi sektor-sektor yang terdampak, serta penerapan upah layak bagi para pekerja.

   Filipina, yang sangat bergantung pada minyak mentah impor, telah menghadapi lonjakan harga yang tajam akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

   Pada malam menjelang aksi mogok, Kepolisian Nasional Filipina menetapkan status siaga tinggi di Metro Manila, dan mengerahkan hampir 10.000 personel untuk menjamin keamanan publik dan mengatur lalu lintas.

(Konten dipublikasikan dengan izin dan kerja sama dengan Kantor Berita Xinhua)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara