
Ondong-Pemilukada Sitaro Rabu 5 Juni besok akan menjadi momentum bersejarah bukan hanya buat masyarakatnya, tapi pula partai pengusung kedua pasang kontestan, Golkar dan PDIP.
Dalam empat suksesi kepala daerah sebelumnya, adalah PDIP yang berhasil mengurai kekuatan kabupaten atau kota yang selama ini dikenal sebagai lumbungnya Golkar seperti Sangihe, Bolmong, Minahasa dan sebelumnya Bolmong Timur. Kedua partai barusan menemui jalan buntu di Bolmong Utara, karena kemenangan direbut PPP.
Bila besok PDIP menang, maka ini adalah daerah kelima bagi mereka. Kebetulan pula memang Toni Supit adalah kepala daerah petahana. Tetapi, lawan tarung Toni adalah seorang Winsulangi Salindeho. Kekalahan Bu Winsu di Sangihe dua tahun silam jelas tidak akan membuat dia melepas begitu saja peluang menangnya di Sitaro.
“Kami tetap mengincar kemenangan sebab ini juga akan menjadi sejarah bukan Cuma buat warga Sitaro yang akan memiliki pemimpin kedua hasil pemilihan langsung, tapi juga ini kemenangan Golkar setelah selalu kalah dalam beberapa suksesi terakhir di Sulut,” sebut Konsultan Pencitraan Salera (Sallindeho-Kuera) Iverdixon Tinungki Selasa (4/6) malam.
Sementara bagi Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey, Sitaro bernilai penting dan kemenangan adalah harga mati. Makanya dalam beberapa kesempatan pada wartawan Olly selalu menyebut, PDIP akan berusaha merebut Sitaro dalam Pemilukada tahun ini. (alf)

Kita kan so kase inga dari jao hari,mo bilang apalagi ini salera????BRAVO PDIP
versi Quick Count Tonsu menang
@Einstein karma mar Tonsu ttp leading skrg…bgmn ini ???
palingan dorang money politic, pengelembungan suara …. bla bla …
hahahaa….
maju banteng tusuk jo SALERA SITARO TUTUNE
Sdh jo mo banya mulu ngana,cuma mo bilang jangan kage dan jangan heran kalo PDIP akan menang telak.BRAVO PDIP
karma…!!!
ada satu hal yang menjadi investigasi einstein…
barangkali tidak disadari banyak pihak termasuk penulis beritamanado.com dan juga mungkin banyak yang tak setuju dengan pendapat einstein ini…
kemenangan PDIP di Sangihe 2011 lalu menjadi BUMERANG bagi PDIP Sangihe…
sudah menjadi rahasia umum seluruh masyarakat Sangihe, apa yang terjadi pada malam H-1 pada Pilkada 2011.
warga Sangihe ‘menerima’ uang 100Rb per orang dari pusat kota Tahuna hingga ke pelosok-pelosok kampung…
dan mereka ‘Mencoblos’ sesuai pembayaran yang mereka terima.
tapi, jika ingin dilakukan investigasi yang lebih mendalam… ternyata pasca pemilukada Sangihe 2011…disaat kemenangan PDIP telah dipastikan oleh KPUD…
tak ada bendera PDIP dikibarkan diseluruh pelosok Sangihe…bahkan di rumah-rumah para kader dan pengurus PDIP serta tim sukses HRM-JEG.
ada rasa ‘takut’ dan ‘malu’ menyelumuti hati warga yang menyadari dengan sepenuhnya bahwa apa yang telah mereka lakukan itu adalah sebuah ‘kesalahan’…
cobalah adakan sebuah investigasi melalui komunikasi dan wawancara dengan masyarakat di Sangihe tentang PDIP…ada ‘keengganan’ untuk berbicara atau berkomentar tentang PDIP…tanpa alasan yang jelas…mengapa…????
hingga saat ini ‘kaos kampanye’ HRM-JEG sangat sulit dijumpai dipakai oleh masyarakat sebagai kaos sehari-hari, berbeda dengan kaos kampanye WS-BERMAKNA yang sangat sering dijumpai pada masyarakat menggunakan sebagai ‘baju kerja’ atau ‘baju santai’.
bahkan kantor Sekretariat PDIP bisa dibilang TAK ADA AKTIVITAS sama sekali dan gedungnya yang katanya akan direhab, terbengkalai hampir hancur…
pengurus PDIP Sangihe tersisa hanya dari kalangan ‘keluarga dekat’ Ketua PDIP Yabes Gagahana.
saya punya opini bahwa pada Pemilu 2014 nanti PDIP di Sangihe akan anjlok…!!! jlog…jlog… orang tak mau lagi mencoblos PDIP…!!!
karma…????
Pasti yg kelima bagi PDIP,Aminnnn…..