Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia kedalam keruntuhan dan kebinasaan
1 Timotius 6:9
BeritaManado – Alm. Joseph Brotherton, pendeta & politikus Inggris, di nisannya tertulis kata-kata yang indah sebagai berikut; “Kekayaanku bukan karena banyaknya harta bendaku, melainkan karena sedikitnya keinginanku”
Biarpun kayanya seperti seorang konglomerat, tetapi kalau terus merasa tidak cukup, ia sebenarnya miskin dan ini yang disebut tamak
Dalam buku; “iman: menjawab pertanyaan, mempertanyakan jawaban” yang Paulus ingin tekankan adalah bukanlah “keinginan untuk kaya”, tetapi “jatuhnya ke dalam pencobaan”, artinya kalau ada orang karena begitu ingin kaya, lalu melupakan yang lain; kesehatan, keluarga, gereja, menghalalkan segala cara, mengabaikan norma moral & etika, ini yang salah
Uang itu sangat penting, tetapi bukan segala-galanya, kalau kita bisa menguasainya maka ia bisa menjadi pelayan yang baik, tetapi uang adalah tuan yang jahat, kalau kita dikuasainya, dijadikan budaknya, ini yang membuat orang tamak
Gereja pada waktu masih kecil, kekurangan, semua kompak, tetapi begitu menjadi besar, uang berlimpah, mulai terjadi perpecahan, bahkan tidak sedikit hamba-hamba Tuhan besar jatuh ke dalam jerat yang berujung pada keruntuhan, memalukan sekaligus menyedihkan
Uang dicari orang, pagi, siang, sore, malam, memang tidak salah, tetapi jangan melulu uang yang dicari, carilah kebahagiaan, carilah hidup yang bermakna, carilah hidup yang berguna
Jangan jadikan uang sebagai tujuan akhir, apalagi menjadikannya sebagai “tuhan” yang kita puja
Jangan terjebak ajaran yang mengatakan kita harus mengimani untuk menjadi kaya, ingat carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Kekayaan hanyalah bonus, jangan jadikan kekayaan sebagai ukuran iman, ukuran berkat Tuhan.(edit/gnf)
