
Amurang, BeritaManado – Protes warga Kelurahan Lewet Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) beberapa waktu yang lalu terkait material sisa galian yang dibiarkan hanyut ke rumah warga dan jalan Trans Sulawesi tidak pernah digubris oleh pihak yang berkompeten.
“Pihak kontraktor galian C seakan membiarkan tanah sisa galian. Setiap musim penghujan, sisa galian itu selalu hanyut dan sampai membuat jalan Trans Sulawesi berlumpur. Aksi kali ini adalah untuk mengingatkan kepada semua pihak untuk bisa peduli,” kata Ronald Kalalo, warga Lewet kepada BeritaManado.com, Jumat (10/2/2017).
Dirinya mengharapkan pihak yang menyebabkan kerusakan ini supaya dapat bertanggung jawab. “Jangan membiarkan apa yang sudah diperbuat. Kerusakan dan akibat yang diterima masyarakat harus dapat dicarikan solusi oleh kontraktor, jangan mau untungnya saja,” tambah Ronald Kalalo.
Dikesempatan terpisah, tokoh masyarakat Minsel Jemmy Manampiring mengatakan sangat prihatin dan mendukung aksi warga ini.
“Ini merupakan ekspresi masyarakat yang kecewa dengan situasi jalan trans Sulawesi yang selalu berlumpur di saat hujan dan menyebabkan kerusakan lingkungan. Saya minta peran serta semua pihak agar kondisi ini dapat segera dicarikan jalan keluarnya,” tukas Jemmy Manampiring.(TamuraWatung)
