Amurang – Bentorkan antar kelompok pemuda yang berujung terjadinya penikaman terhadap pemuda asal Tombatu, diduga dilakukan pemuda asal Kakas pada saat malam penutupan Perkemahan Karya Pemuda GMIM (PKPG) 2013 di Bumi perkemahan Kuyanga, Sabtu (6/7) malam minimbulkan keprihatinan.
Seperti Kristovorus Deky Palinggi SE (KDP)yang menyatakan urgensi dari kegiatan perkemahan tak lain untuk memperoleh sukacita iman. “Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari sukacita iman. Karena diwarnai dengan pertemuan antar sesama pemuda yang ada di tiap-tiap wilayah gereja masing-masing, yang didalamnya ada kegiatan ibadah syukur bersama, yang bertujuan memupuk rasa persatuan Pemuda. Jadi dengan terjadinya peristiwa ini, Saya sangat perihatin dan menyayangkan dengan kejadian ini, karena seharusnya peristiwa seperti ini tidak harus terjadi, apa lagi di tempat perkemahan dan situasi seperti itu,” kata Palinggi, Minggu (7/7).
Lanjut Palinggi, mengajak kepada pemuda bahwa kendati kita berasal dari latar belakang yang berbeda akan tetapi kita tetap harus satu di dalam Yesus Kristus.
“Tentunya sebagai saudara-saudara seiman, meskipun latar belakang kita berbeda baik suku, adat, bahasa, budaya dan pendidikan, namun kita dapat di persekutukan di dalam tuhan kita Yesus Kristus. Untuk itu marilah kita selalu taat dan setia beriman kepada Allah dan menjauhi pelbagai kejahatan, sehingga kita tidak di tegur Tuhan, sadar lalu bertobat,” ajak suami tercinta dari Bupati Minsel Tetty Paruntu ini.
Sementara itu terkait bentrokan yang terjadi, calon legislativ Provinsi Sulut ini berharap agar kiranya masalah ini tidak terulang kembali di kegiatan PKPG tahun berikutnya.
“Biarkiranya apa yang terjadi dalam kegiatan PKPG tahun ini menjadi pelajaran bagi para pemuda kedepan agar supaya tidak terulang kembali. Dengan harapan juga agar pengawasan di kegiatan berikut lebih diperketatat. Karena salah satu pemicu terjadinya peristiwa seperti ini karena lemahnya pengawasan dari panitia,” harap caleg Dapil Mitra-Minsel ini sembari meminta agar pihak yang berwajib dalam hal ini kepolisian segera menuntaskan kasus ini dengan menangkap pelaku penikaman dan di proses secara undang-undang hukum yang berlaku.(van)

Sebenarnya tidak ada salahnya kalau ketua Komisi Pemuda GMIM dan Panitia penyelenggara perkemahan Pemuda memberitahukan kejadian yang sebenarnya karena pasti juga akan ketahuan,,,,,, kan tidak ada susahnya kalau jujur.
Berarti ini adalah salah satu cara dari Pemimpin Pemuda GMIM dan Panitia mengajarkan kepada kami Pemuda untuk berbohong, sebenarnya kami sebagai Pemuda harus berbicara atau menyampaikan secara jujur untuk apa sembunyi sembunyi bahwa benar ada kericuhan di lokasi perkemahan dan ada terjadi penikaman, sebagai Pemuda kristen harus berani justru ketua Pemuda GMIM dan Melky Pangemanan tidak berada di lokasi pada saat kejadian
terkait kericuhan yang terjadi di PKPG, Itu benar terjadi karena saya benar2 ada dilokasi kejadian. jangan cuma asal ngomong kalo cuma dengar2 orang pe cirita
Jujur saja tlah terjadi kerusuhan di pkpg tombatu,
wlaupun trjdi stlah acara penutupan, tpi panitia harus brtnggungjwb kpd pserta yg ad di lokasi prkemahan sampai peserta pulang
Haaaa…KDP…moga pemuda GMIM tabuka mata pa dia
Kami tegaskan disini,PKPG tidak ada kericuhan seperti yang dihebohkan, perselisihan yang terjadi sudah diluar jadwal PKPG, dan merupakan perselisihan yang diamankan oleh pihak polsek dan panitia.
Kami begitu menyayangkan merebak isu dari sebelum hari penutupan yang nyata2 ingin merusak kredibilitas masyarakat tombatu.
Ini namanya politisasi, pernyataan tendensius..kami panitia memang sudah curiga, malam sebelum penutupan sudah marak isu SMS, bbm dan di jejaring sosial bahwa katanya ada penikaman, kami langsung bergerak cepat, waktu itu ternyata isu yang tidak jelas. Ini sangat disayangkan apabila kepentingan ‘partai’ caleg yang tidak sukses mengelola perkemahan remaja (hanya 1000 peserta), trus mempolitisasi perkemahan pemuda. Ada perselisihan terjadi memang ketika peserta dalam persiapan pulang ke jemaat masing2, tapi itu sudah diluar jadwal PKPG. Kami panitia terus berusaha menjaga lokasi bersama kapolsek, dan perselisihan itu langsung kami lerai. _ketua harian PKPG aswin polii
Ketua Komisi Pemuda sinode Gmim kemana,,,,,
Wahhhhh…. Koq begini jadinya…. Sungguh memprihatinkan. Gimana pembinaan para pemuka agama ???? Pantesan sering terjadi perkelahian di daerah Kita Sulawesi Utara…..