
Pengurus inti KBK Keuskupan Manado Charles Ngangi (tengah), John Iroth (kiri) dan Lock Kojongian (kanan)
Penulis: Frangki Wullur | Manado
Pengurus Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado resmi dilantik dalam sebuah perayaan yang digelar di Gereja Katolik Paroki St. Yoseph Pekerja Kleak, Manado, Minggu (13/9/2026).
Dalam kepengurusan tersebut, Charles Ngangi dipercaya sebagai Ketua Umum, John Iroth sebagai Sekretaris Umum, dan Lock Kojongian sebagai Bendahara Umum.
Pelantikan pengurus KBK Keuskupan Manado tersebut dilanjutkan dengan berkat perutusan yang diberikan langsung oleh Uskup Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC.
Menguatkan Peran Kaum Bapak
Ketua Umum KBK Keuskupan Manado Charles Ngangi mengatakan, kepengurusan yang baru dilantik tidak hanya dituntut menjalankan tugas organisasi, tetapi juga menghadirkan peran nyata kaum bapak dalam kehidupan keluarga, Gereja, dan masyarakat.
Menurutnya, KBK harus menjadi wadah yang mampu memperkuat persaudaraan, membangun keteladanan, serta mendorong kaum bapak untuk semakin bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarga dan lingkungan sosial di sekitarnya.
“Harapan kami, KBK Keuskupan Manado ke depan dapat menjadi organisasi kategorial yang semakin solid, bukan hanya dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan di lingkungan Gereja, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat,” ujar Charles.
Ia menegaskan, semangat pelayanan KBK harus berangkat dari semboyan “Pro Familia, Pro Ecclesia et Patria”, yang berarti demi keluarga, Gereja, dan Tanah Air.
“Pro Familia, Pro Ecclesia et Patria bukan sekadar semboyan, tetapi harus menjadi komitmen yang diwujudkan dalam tindakan. Kaum bapak harus hadir sebagai pribadi yang bertanggung jawab dalam keluarga, aktif dalam kehidupan menggereja, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” tegasnya.
Bijak Menyikapi Dinamika di Masyarakat
Charles juga berharap KBK Keuskupan Manado dapat mengambil bagian dalam menyikapi berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, kaum bapak Katolik perlu memiliki sikap yang bijaksana, dewasa, dan mampu menjadi bagian dari solusi ketika berhadapan dengan berbagai persoalan sosial.
“Di tengah berbagai dinamika masyarakat saat ini, kita harus mampu menyikapinya dengan bijaksana. KBK tidak boleh hanya melihat persoalan dari satu sisi, tetapi harus mampu membangun dialog, menjaga persaudaraan, dan menghadirkan sikap yang menyejukkan,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan KBK di tengah masyarakat tetap harus dilandasi nilai-nilai iman Katolik, semangat persaudaraan, serta kepedulian terhadap kepentingan bersama.
Charles berharap, kepengurusan yang baru dapat membangun sinergi dengan seluruh jajaran Gereja, organisasi kategorial, komunitas umat, serta berbagai elemen masyarakat.
“Semoga melalui kepengurusan ini, KBK Keuskupan Manado semakin mampu menjadi wadah yang memperkuat keluarga, mendukung karya Gereja, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat,” pungkasnya.
