
MANADO – Perubahan jalur kendaraan yang dilakukan Pemerintah Kota Manado yang bermaksud mengatasi permasalahan kemacetan beberapa hari terakhir ini mendapat tangapan pro dan kontra dari masyarakat. Menanggapi apa yang telah disampaikan Abdi Buchari bahwa alangkah baiknya Pemerintah Provinsi menghentikan masuknya mobil baru di Kota Manado terkait semakin tidak seimbang antara jumlah kendaraan dan kapasitas jalan, langsung mendapat respon dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Wakil Gubernur Sulut DR. Djauhari Kansil mengatakan Pemrov tidak bisa menghentikan masuknya kendaraan baru ke Sulut terlebih Kota Manado, bukan permasalahan PAD tetapi Kansil menegaskan kita belum bisa menghambat keinginan masyarakat untuk membeli kendaraan yang merupakan kebutuhan transportasi masyarakat.
“Kita tidak bisa melarang orang untuk beli kendaraan, tidak mungkin kita melarang orang sedangkan orang butuh itu kendaraan, ia kan. Jadi pemerintah itu mengupayakan jalan-jalan misalnya Ringroad II, akan dilanjutkan Ringroad III, lalu dibuat jembatan-jembatan untuk memperlancar kendaraan. Jadi pemerintah berupaya membuat jalan-jalan alternatif sebagai solusi kemacetan. Kedepan kita baru berpikir bagaimana, apa ada pembatasan misalnya tahun kendaraan, ini kan dimusyawarakan semuanya dengan pemangku-pemangku kepentingan,” jelas Kansil. (jrp)

Termasuk Keingan Pak Kansil untuk membeli Mobil baru…heheee…pejabat2….memang enak ngomong tidak memikirkan rakyat…Pak Kansil tidak mereasakan macet karena pake Patwal coba naik angkot…pasti Bapak juga akan kesal dengan macetnya manado…
Sebaiknya pemerintah memiliki konsep yg jelas dalam mengatasi permasalah kemacetan dan kecelakaan lalulintas di Sulut, sebagai pejabat dasar dasar kajian ilmiah diperlukan sebelum menyampaikan ke publik, link berikut adalah 5 Jurus untuk mengurangi masalah diatas semoga bermanfaat http://www.ustream.tv/recorded/18944197