MANADO – Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Djouhari Kansil, mengatakan penganekaragaman pangan harus dilakukan dan tidak bergantung pada pangan beras.
“Kita jangan hanya bergantung pada pangan beras. Pangan non beras juga harus ditingkatkan produksinya dan menjadi masyarakat,” kata Kansil, Kamis (10/11).
Kansil mengatakan, Sulawesi Utara telah berhasil mengembangkan dan meningkatkan produksi tanaman dan bahan pangan non beras sehingga telah berhasil mencapai swasembada pangan.
Karena itu, menurut dia, menghadapi krisis bahan pangan, mutlak diperlukan penganekaragaman konsumsi pangan dengan tidak hanya bergantung pada beras.
“Bahan pangan lokal juga yang tidak kalah nilai gizinya dibanding beras. Karena itu pemerintah provinsi mengajak warga tidak hanya menanam beras, tapi juga memaksimalkan tanaman non beras sesuai dengan potensi yang ada di wilayah masing-masing,” katanya.
Kansil, mantan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara mengatakan, untuk produksi tanaman beras, Sulut selama lima tahun telah berhasil meningkatkan produksinya.
Produksi padi pada tahun 2006, ujar dia, sebanyak 432.625 ton. Produksi ini meningkat menjadi 548.120 ton tahun 2010 atau naik 6,72 persen.
“Keberhasilan pemerintah menggenjot produski padi ini tak lepas dari upaya meningkatkan luas tanam dan mengefektifkan lahan-lahan kosong yang tidak dimanfaatkan,” katanya.
Karena itu dikatakan Kansil, Pemerintah Provinsi Sulut terus mendorong penganekaragaman konsumsi pangan sambil terus menggenjot produksi beras untuk menunjang program nasional dan mencapai swasembada beras.(niel)
