
Manado – Menarik 2 hari menjelang Rapat Umum Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Sulutgo, yakni pada Sabtu (19/3/2019) lalu, Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, menghadiri rapat koordinasi (Rakor) PDI-Perjuangan di Hotel Sutanraja, Kota Kotamobagu.
Di Rakor yang dibuka Ketua DPD PDI-Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, Yasti Mokoagow menyatakan dukungan pada calon legislatif PDI-Perjuangan untuk DPR-RI.
Senin (21/3/2019) hari ini, RUPS Luar Biasa Bank Sulutgo digelar di Grand Kawanua International Center (GKIC) Manado.
Fernando Sekoh, kader ideologis PDI-Perjuangan, berharap Yasti Mokoagow tidak memiliki motif lain. Dukungan pada Caleg PDI-Perjuangan pada Pemilu 2019 harus murni.
“Karena pemberitaan terkait ibu Yasti belakangan ini kan tak lepas dari isu Bank Sulutgo. Berharap tidak ada motif lain misalnya memaksakan penggantian Direksi dan Komisaris Bank Sulutgo pada RUPS-LB hari ini,” jelas Fernando kepada BeritaManado.com, Senin (11/3/2019).
Lanjut Fernando, isu Bank Sulutgo beberapa waktu lalu tak lepas dari keputusan dengan alasan subjektif dari Yasti Mokoagow sebagai Bupati Bolmong.
“Kan semua tahu, alasan pemindahan RKUD karena ibu Yasti minta representasi Bolmong di jajaran pimpinan Bank Sulutgo sehingga diharapkan pada RUPS-LB ini sikap ibu Yasti mewakili pemegang saham harus mengedepankan objektivitas,” tandas Dino.
Sebelumnya, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Julius Jems Tuuk, menegaskan RUPS-LB wajib mempertahankan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Sulutgo.
“Bukan tanpa alasan, Dewan Komisaris dan Dewan Direksi profesional memimpin Bank Sulutgo selama ini,” ujar legislator terbaik periode 2014-2019 peraih Forward Award ini kepada BeritaManado.com, Jumat (8/3/2019) lalu.
Bukti pencapaian keberhasilan, lanjut Jems Tuuk, terlihat dari Laba setelah pajak 3 tahun yakni, 2016: Rp.173 Miliar (Komut dan Dirut mengendalikan BSG mulai September 2016), 2017: Rp.289 Miliar dan 2018: Rp.232,5 Miliar (sd September 2018).
Demikian juga dana pihak ke 3, terus bertumbuh yakni 2016: Rp.11,2 Triliun,
2017: Rp.14,075 Triliun dan 2018: Rp.14,2 Triliun.
“Terus tumbuhnya profit dan dana pihak ke 3 yang signifikan menunjukan kinerja PT. BSG sangat baik bahkan melampaui target dari stakeholder,” jelas Jems Tuuk.
Jems Tuuk berkesimpulan, tidak ada alasan mengganti managemen Bank Sulutgo. Pemegang saham mayoritas harus mempertahankan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi. Tidak boleh tunduk pada tekanan pemegang saham minoritas.
“Bank Sulutgo adalah lembaga profit bukan lembaga politik, sehingga orang-orang yang bekerja haruslah para profesional pada bidangnya,” tutur Jems Tuuk.
Pemindahan rekening kas umum daerah (RKUD) Pemkab Bolmong ke Bank BUMN tidak akan menggoyahkan kinerja Bank Sulutgo.
“Saham Pemkab Bolmong hanya 1.95 persen yang seharusnya mereka harus malu, karena saham yang sedikit tapi bicaranya kebanyakan. Demikian dengan Pemkab Manado kepemilikan sahamnya hanya 2.45 persen,” jelas Jems Tuuk.
Sehingga Jems Tuuk sebagai anggota DPRD berharap stake holder dapat memutuskan kebijakan tepat pada pelaksanaan RUPS.
“Mengenai RUPS Bank Sulutgo wajib mempertahankan Dewan Direksi dan Komisaris. Sebab, managemen saat ini dihuni oleh para profesional sehingga tidak ada alasan mengganti,” pungkas Jems Tuuk.
(JerryPalohoon)
