MANADO – Provinsi Sulawesi Utara menargetkan produksi rumput laut meningkat menjadi 140 ribu ton pada 2012, naik dibandingkan 2011 yang tercatat 137 ribu ton.
“Peningkatan produksi rumput laut tersebut dilakukan melalui program pemberdayaan budidaya yang sedang digalakkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Joy Korah, Senin (26/3).
Joy mengatakan, pemberdayaan rumput laut di antaranya dengan strategi memanfaatkan jaringan pemerintah di tingkat kecamatan sebagai motivator untuk petani pembudidaya.
“Seluruh camat yang ada di sekitar pesisir pantai, kita optimalkan memberi dorongan kepada petani pembudidaya agar tertarik dengan rumput laut sebagai salah satu alternatif peningkatan kesejahteraan sektor perikanan,” kata Joy.
Ia mengatakan, untuk mendorong budidaya rumput laut, pemerintah mengalokasikan anggaran pemberdayaan baik provinsi maupun kabupaten/kota di Sulut.
Alokasi anggaran terutama untuk pengadaan benih rumput laut dan pengadaan berbagai peralatan yang dibutuhkan dalam proses budidaya.
“Khusus Pemerintah Provinsi Sulut, tahun ini mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk pemberdayaan rumput laut,” kata Joy. Komoditas rumput laut, kata dia merupakan salah satu alternatif yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani nelayan di pesisir pantai.
“Kondisi perairan laut yang tidak menentu akhir-akhir ini menjadi salah satu masalah bagi nelayan, karena itu kita dorong budidaya rumput laut sebagai salah satu alternatif paling mudah memecahkan masalah nelayan,” kata Joy.(jor)
