“PDIP juga harus siap menerima konsekuensi bahwa publik tidak lagi sejalan dengan Ganjar capres yang diusungnya dengan perolehan suara terbanyak ke tiga dari tiga paslon,” ujar dia.
Begitu pula dengan Nasdem, katanya, yang harus gigit jari menerima kenyataan bahwa paslonnya menduduki peringkat ke dua pada kontestasi Pilpres.
“Keangkuhan, kesombongan, sikap jumawa justru membawa kekalahan,” terangnya.
Publik di Indonesia, kata Josef lagi, sangat terpengaruh dan menaruh simpati kepada orang yang di zolimi, dihina, didiskriminasi.
“Pilpres tahun ini memberikan pelajaran berharga bahwa untuk meraih kemenangan bukan dengan jalan saling menjatuhkan, menghina, dan merendahkan, tetapi dengan menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai itu yang paling berharga karena itulah kepribadian Bangsa Indonesia,” ungkap Josef.
“Oleh karena itu politik santun dan beretika lebih bermakna untuk meraih kemenangan secara elegant,” pungkasnya.
TamuraWatung
