Menurutnya, antrean panjang dan pelayanan yang lama bukan karena metode pembayaran BPJS-nya, melainkan murni karena sistem antrean dan keterbatasan serta ketidakmerataan jumlah dokter di Indonesia.
“Dokter melayani lama bukan karena (pasien) berobat pakai BPJS. Saya sendiri kalau berobat juga pakai BPJS,” pungkasnya.
(jenlywenur)
