Berita Utama

Jemmy Ringkuangan: Kesiapsiagaan Kunci Hadapi Kemarau Sulut 2026

 Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan yang diantisipasi Pemprov Sulut jelang kemarau 2026.
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan, salah satu ancaman utama yang diantisipasi Pemprov Sulawesi Utara dalam menghadapi musim kemarau 2026.

Penulis: Tim Redaksi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bergerak cepat mengantisipasi prediksi BMKG soal musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering dari kondisi normal.

Langkah antisipatif telah disiapkan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan, AP, M.Si, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi prioritas utama menghadapi ancaman ini.

“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Kami terus memperkuat upaya dalam menjaga ketahanan pangan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan melalui koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Tiga Fokus Utama Hadapi Kemarau 2026

Tiga isu kritis menjadi perhatian serius: ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketiga sektor ini dinilai paling rentan terdampak jika kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Jemmy Ringkuangan Asisten II Setda Sulawesi Utara.
Jemmy Ringkuangan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Utara, menegaskan kesiapsiagaan sebagai kunci utama menghadapi musim kemarau 2026.

Jemmy Ringkuangan yang akrab disapa JR mendorong koordinasi lintas sektor karhutla Sulawesi Utara antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat agar setiap langkah berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami mengajak seluruh komponen daerah untuk bekerja bersama dan bersama bekerja, saling menguatkan peran masing-masing, sehingga upaya menghadapi kemarau ini dapat dilakukan secara kolektif dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Gubernur Yulius Selvanus Jadi Landasan Koordinasi

Arah kebijakan mitigasi kemarau ini berpijak pada kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, bersama Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH.

Seluruh jajaran didorong bergerak solid, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, kami optimistis seluruh langkah mitigasi dapat berjalan dengan baik, sehingga stabilitas ekonomi daerah, khususnya sektor pangan dan pelayanan dasar, tetap terjaga,” tegas JR.

Masyarakat turut diimbau berperan aktif: gunakan air secara bijak, jaga lingkungan sekitar, dan hindari pembakaran lahan Sulut yang berpotensi memicu karhutla lebih luas.

Kemarau 2026 bukan sekadar soal cuaca, ini ujian nyata ketahanan daerah. Dan Sulawesi Utara memilih menghadapinya dengan persiapan, bukan kepanikan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara