
Amurang—Rabu (18/7) pekan ini, umat Islam di tanah air dan Minahasa Selatan akan memulai menjalani puasa. Untuk itu, segenap umat Islam di Minsel berharap agar supaya, bahan-bahan pokok atau 9 bahan pokok yang dijual di pasar atau supermarket tidak diperjualbelikan dengan harga diatas.
‘’Memang pada umumnya, setiap hari-hari besar. Seperti bulan suci Ramadhan, Paskah, Natal, Tahun Baru sampai Pengucapan Syukurn pun. Harga-harga pokok naik hingga 100 persen. Sayangnya, instansi terkait pun tak mau tahu soal kenaikan diatas,’’ ujar Hikmat Brandes, tokoh pemuda Islam Minsel, kepada beritamanado.com.
Menurut Brandes, Dinas Koperasi UKM, Pasar, Perindustrian dan Perdagangan Minsel, yang saat ini di komandani Dekky Tuwo, Ssos harus turun lapangan. Termasuk, SKPD ini harus melaksanakan operasi pasar.
‘’Sebab, masih banyak warga (umat Islam, red) yang kurang paham soal harga. Lebih-lebih pula, banyak umat Islam meminta dilakukan operasi pasar,’’ kata pria yang suka memelihara janggot tebal ini.
Dari pantauan merdia ini, sejumlah bahan pokok sudah dinaikan sepihak oleh pedagang di Pasar 54 Amurang, Pasar Tumpaan dan Pasar Tompasobaru. Sayangnya, belum ada yang turun dari instansi terkait soal hal diatas.
Plt Kepala Dinas Koperasi UKM, Pasar, Perindustrian dan Perdagangan Minsel Dekky J Tuwo, Ssos belum berhasil dihubungi. (and)
