MANADO – Direktur Utama Bank Sulut, Jeffry Wurangian, mengatakan, persoalan yang sempat muncul sehingga menyebabkan dirinya dan komisaris menjadi renggang, karena masalah komunikasi yang kurang diantara mereka.
“Ini hanya mis komunikasi saja, tetapi semuanya sudah selesai, dan kini tinggal menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) direncanakan berlangsung tanggal 24 November 2011 mendatang,” kata Jeffry.
Jeffry mengatakan, mulai Senin (14/11) ini, dirinya sudah masuk kantor seperti biasa guna menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sempat terbengkalai karena dirinya tidak masuk kantor, melakukan pemeriksaan kesehatan di luar daerah.
Seperti diketahui, pekan lalu komisaris PT Bank Sulut telah menerbitkan surat keputusan penonakftifan sementara Jeffry Wurangian dari jabatan direktur utama karena dianggap lalai menjalankan tugas untuk beberapa waktu.
Komisaris sudah mengagendakan pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tanggal 24 November 2011 mendatang, yang pada intinya memutuskan beberapa hal guna membahas beberapa kebijakan untuk kemajuan Bank Sulut ke depan. (jor)

*sangat baik untuk kemajuan Bank Sulut dan provinsi Sulut, maju terus Pak Dirut dan Pak Komut, kami doakan menjadi team yang solit, jangan dengarkan provokator2 yang sebenarnya hanya ingin mengejar cita2 sendiri bukan cita2 bersama untuk memajukan Sulut.
Tuhan memberkati kinerja Jeffry Wurangian dan Robby Mamuaja.
*tdk kompetent pada bidangnya sehingga berusaha untuk menjadi provokator untuk “obsesi Kursi Dirut” yang sebenarnya tidak pantas..
Maju terus Jeffry Wurangian, jadikan Bank Sulut menjadi Bank yang berubah image menjadi Bank Go Public dan sosialisasikan kepada masyarakat apa itu Go Public sehingga tidak terjadi salah pengertian yang sebenarnya adalah sangat
Iya sebaiknya dibicarakan secara bijak bersama-sama antara Komut dan Dirut Bank Sulut agar tidak terjadi lagi miss komunikasi, saya percaya Dirut dan Komut sama2 mempunyai maksud baik memajukan Bank Sulut telah terbukti dengan diraihnya prestasi gemilang oleh Dirut BS, hanya saja Obsesi dari beberapa pihak yang menginginkan posisi Dirut dan Komut sehingga memutar balikan fakta dan mencari kambing hitam, harus sportif, professional, jangan mencampurkan dengan maksud politik, saya percaya hubungan antara Komut dan Dirut sangat harmonis, yang harus dipertanyakan adalah beberapa Direksi yang sebenarnya tidak competent pada