Manado – General Manager PT PLN Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo), Januwarsono mengatakan, Sulawesi Utara belum cocok dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) untuk mencukupi pasokan listrik. “Untuk mencukupi kebutuhan listrik di Sulawesi Utara, masih cukup dengan sumber energi yang ada sehingga belum cocok dibangun PLTN,” kata Januwarsono, Senin (4/6).
Dia mengatakan, PLTN bisa menjadi salah satu alternatif apabila dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh wilayah yang ada di pulau Sulawesi serta terkoneksi jaringan listriknya dari satu wilayah dengan wilayah lainnya. “Daya yang bisa dihasilkan memang cukup besar. Tapi saya rasa belum cocok dibangun di daerah ini,” ungkapnya.
Dia menambahkan, untuk mencukupkan kebutuhan listrik di Provinsi Sulawesi Utara, PT PLN memaksimalkan beberapa sumber energi listrik seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Barubara (PTLTB) serta diesel. “Total daya listrik yang tersedia sebesar 280 megawatt,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, PLN saat ini sedang membangun pembangkit listrik mikrohidro, yang tersebar di beberapa kabupaten kota serta Pembangkit Listrik Tenaga Solar (PLTS). Menurut dia, dalam menyediakan daya listrik PLN juga memberikan kesempatan kepada swasta namun namun tidak memproduksi daya listrik yang bersumber dari tenaga diesel. “Asal tidak dari diesel, kita siap membelinya. Kami sekarang ini sementara mengarahkan ketersediaan listrik melalui sumber energi yang bisa diperbaharui,” katanya.
PLN sekarang ini sementara memaksimalkan listrik yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tonsea dan Tanggari, di Kabupaten Minahasa dengan kapasitas daya listrik sebesar 40 megawatt. Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi sebesar 80 megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara sebanyak 50 megawatt.(dan)

#“Untuk mencukupi kebutuhan listrik di Sulawesi Utara, masih cukup dengan sumber energi yang ada sehingga belum cocok dibangun PLTN,” kata Januwarsono.#
Kalau masih cukup, mungkin GM Suluttenggo bisa menjawab pertanyaan ini : “Kyapa kong SULUT ja mati lampu trus? deng ada Pemadaman bergilir?”
Dengan tersedianya begitu banyak Source Power Plant seperti PLTA, PLTB serta Diesel kenapa permasalahan diatas masih ada? kalau memang upgrade infrastruktur Pembangkit tidak diperlukan karena sudah cukup, tolong upgrade Infrastruktur Distribusinya supaya masyarakat bisa mendapatkan listrik sebagaimana di amanatkan Pasal 33 UUD 1945 serta Pengawasan melekat berdasarkan UU Kelistrikan.
Salam,
Sam