Minsel

Jangan Pilih Figur ‘Sakit’

Amurang—Tahun 2014, rakyat Indonesia akan memilih anggota Legislatif untuk lima tahun kedepan. Banyak masalah yang terjadi diantara figur sebagai anggota DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten/kota di Indonesia. Sama halnya dengan Kabupaten Minahasa Selatan, bahwa tahun 2014 juga akan memilih anggota DPRD periode 2014-2019.

Sejumlah tokoh masyarakat Minsel pun angkat suara terkait figur-figur yang akan duduk sebagai calon anggota DPRD Minsel mendatang. Banyak yang menyebut, untuk anggota DPRD mendatang jangan lagi memilih figur yang ‘sakit’.

‘’Figur sakit, maksudnya adalah orang yang hanya mau pentingkan diri sendiri. Figur sakit, adalah orang yang hanya cari populer tanpa melihat kepentingan rakyat. Figur sakit, adalah orang yang hanya mau cari kesenangan diatas penderitaan orang lain (warga, red),’’ ujar Bram Johanis, tokoh pendiri Minsel.

Sama halnya pernyataan Izak Sumampow, tokoh pejuang Minsel lainnya. Sumampow meminta agar warga jangan salah pilih figur. ‘’Memang, banyak figur yang bisa diandalkan untuk kepentingan rakyat. Tetapi, banyak figur yang tak mau melihat kepentingan rakyat. Kita diajak harus melihat penderitaan rakyat. Sebab, kalau sudah terpilih belum tentu mereka akan melihat penderitaan rakyat,’’ jelas Sumampow.

Senada dikatakan tokoh pejuang Minsel lainnya, Dolly Frans bahwa figur sakit (anggota DPRD) memang banyak. ‘’Lebih para lagi, jadi anggota DPRD Minsel hanya suka jalan-jalan. Alasan study banding, tetapi ternyata hanya membuat masalah bagi keluarganya dan rakyat Minsel sendiri. Kenapa kita harus memilih mereka kembali?’’ ungkap Frans.

Jadi, baik kata Johanis, Sumampow maupun Frans adalah untuk kemajuan Minsel kedepan. ‘’Jadi pemimpin harus bertanggungjawab. Anggota DPRD adalah figur untuk pemersatu pembangunan Minsel kedepan. Bukan hanya untuk menikmati APBD dengan cara bersenang-senang kalau keluar daerah,’’ pungkas mereka. (and)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara