Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang merupakan para pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KBPP Polri dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolektif dalam memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Jan Maringka juga menegaskan bahwa ketahanan pangan sebagai pilar kedaulatan negara.
Selanjutnya, ditengah ancaman perubahan iklim, krisis global dan ketegangan geopolitik, isu pangan telah menjadi alat geopolitik baru.
Negara-negara maju berlomba-lomba mengamankan akses terhadap sumber daya pangan dan air.
Dalam kondisi demikian, Jan Maringka menyatakan bahwa Indonesia harus mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.
“Ketahanan pangan itu bukan hanya tentang beras, jagung, dan kedelai. Ini adalah tentang eksistensi bangsa. Jika pangan kita tergantung pada negara lain, maka kedaulatan kita juga dalam ancaman,” tegasnya di hadapan 300 peserta pengkaderan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa generasi muda dan komunitas strategis seperti KBPP Polri perlu diberikan pemahaman mendalam soal pentingnya kemandirian pangan.
Ia menekankan bahwa dengan kekuatan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, negara ini seharusnya bisa menjadi lumbung pangan dunia.
KBPP Polri sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki akar di institusi keamanan negara, disebut Jan Maringka, sebagai ‘mitra strategis dalam mengamankan kehidupan rakyat’.
Dalam konteks ketahanan pangan, KBPP Polri dapat berperan dalam membangun edukasi publik, pendampingan petani, serta menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
Ia menyampaikan bahwa penguatan ideologi kebangsaan harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi rakyat, termasuk sektor pangan.
“Kalau kita bicara soal bela negara hari ini, maka menjaga pangan adalah bentuk kongkritnya,” kata Jan Maringka dengan nada penuh semangat.
Ia juga mengatakan bahwa tidak bisa membiarkan anak-anak muda hanya menjadi penonton ketika petani kita kehilangan lahan, nelayan kekurangan akses bahan bakar, atau pasar rakyat diserbu produk asing.
“Kita butuh pemuda-pemuda terdidik, sadar bangsa, dan siap turun langsung memperjuangkan kemandirian ekonomi berbasis pangan,” lanjutnya.
Di era digital ini, Jan Maringka juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung produksi dan distribusi pangan.
Ia mendorong hadirnya inovasi dari kalangan milenial dan gen Z untuk menciptakan pertanian presisi, sistem logistik berbasis data, hingga aplikasi mobile untuk distribusi hasil tani secara langsung dari petani ke konsumen.
Jan Maringka juga mendorong KBPP Polri untuk menggandeng kampus, lembaga riset, dan inkubator digital untuk memperkuat ekosistem inovasi pertanian nasional.
