Agama dan Pendidikan

Jadikan Hari Pahlawan Sebagai Titik Balik Semangat Pemuda

Oleh: Liberti Rumagit

Manado-Peringatan hari Pahlawan 10 November hendaklah dijadikan momentum kebangkitan bangsa Indonesia dari segala permasalahan yang saat ini dihadapi. Perjuangan para pendahulu yang tak kenal lelah tanpa pamrih diharapkan mampu membakar semangat generasi muda untuk terus berkarya memajukan bangsa ini.

Terlebih memerdekakan Indonesia dari “penjajah-penjajah” masa kini yang semakin merajalela, berkuasa diatas penderitaan rakyat kecil.

Tak perlu angkat senjata maju ke medan perang, cukup dengan talenta masing masing, tanpa meninggalkan jatidiri Generasi Muda yang kreatif, inovatif namun tetap kritis terhadap segala dinamika yang terjadi di tanah air.

Tetapi sangat disayangkan harapan ini sepertinya masih jauh dari kenyataan. Sebab, momentum hari Pahlawan sakan hanya sebagai ceremonial yang tiap tahunnya dilaksanakan. Aksi turun ke jalan, teatrikal, bahkan orasi-orasi senantiasa mewarnai peringatan hari pahlawan ini.

Tapi setelah itu, Tak tau lagi kemana semangat perjuangan ini diarahkan. Pemuda yang diharapkan mampu menjadi penerus tongkat estafet Pemerintahan seakan terpaku pada kepentingan golongan/kelompoknya masing-masing sehingga tak terelakkan kekuatan generasi muda saat ini cenderung terkotak-kotak.

Maka dari itu penghayatan akan Pejuangan Para Pahlawan hendaklah kita artikan sebagai titik awal untuk kembali membangun kekuatan Pemuda seperti yang pernah terjadi pada awal kemerdekaan RI.

Sudah saatnya golongan/kelompok kepemudaan melebur menjadi satu, artinya disini kembali pada satu tekad, satu semangat dan satu ideologi tentunya, tanpa memandang si merah, si biru atau si hitam. Guna menuju bangsa Indonesia yang dicita citakan pendiri Negeri Ini. Jayalah Pemuda Indonesia, Jayalah Indonesia.(*/gn)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara