Internasional

Iran Peringatkan Dunia: Harga Minyak Bisa Tembus 200 Dolar per Barel, Serangan di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Global

Iran memperingatkan bahwa harga minyak dunia akan mencapai 200 dolar AS per barel dalam waktu dekat akibat perang berkepanjangan dengan Amerika Serikat dengan Israel. Foto: Selat Hormuz yang berada di antara Iran, Qatar dan Uni Emirat Arab. [Google Maps]
Iran memperingatkan bahwa harga minyak dunia akan mencapai 200 dolar AS per barel dalam waktu dekat akibat perang berkepanjangan dengan Amerika Serikat dengan Israel. Foto: Selat Hormuz yang berada di antara Iran, Qatar dan Uni Emirat Arab. [Google Maps]

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran global.

Pemerintah Iran pada Rabu (11/3/2026) memperingatkan dunia bahwa harga minyak mentah berpotensi melonjak hingga 200 dolar AS per barel, seiring eskalasi konflik dan gangguan terhadap jalur energi strategis di kawasan tersebut.

Peringatan keras itu muncul setelah tiga kapal tanker, termasuk milik Thailand, dilaporkan diserang di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia.

Melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com, insiden tersebut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Harga minyak dunia sempat menyentuh 118 dolar AS per barel pada awal pekan ini setelah Israel mengebom depot minyak Iran pada akhir pekan lalu.

Lonjakan tajam ini menjadi yang tertinggi sejak 2022 dan langsung mengguncang bursa saham global, termasuk pasar di kawasan Asia.

Sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Filipina, dan Vietnam mulai mengambil langkah penghematan energi yang ketat.

Pemerintah di negara-negara tersebut bahkan memerintahkan sebagian pegawai negeri untuk bekerja dari rumah guna menekan konsumsi energi.

Namun di tengah pekan, harga minyak kembali turun setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya menenangkan pasar.

Ia menyampaikan bahwa konflik dengan Iran diperkirakan tidak akan berlangsung lama, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran sejak 28 Februari lalu.

“Bersiap-siaplah menghadapi harga minyak 200 dolar AS per barrel, karena harga minyak bergantung pada keamanan kawasan yang sudah kalian ganggu,” kata Ebrahim Zolfaqari, juru bicara militer Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, Iran juga disebut semakin menggencarkan serangan terhadap infrastruktur minyak negara-negara tetangganya seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk mengganggu pasokan energi global.

Selain itu, Zolfaqari mengungkapkan bahwa Iran kini akan mengincar bank-bank di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat dan Israel mengebom beberapa kantor perbankan di Teheran pada Selasa malam (10/3/2026).

Zolfaqari mengancam militer Iran akan menyasar kantor-kantor bank yang berbisnis dengan Amerika Serikat dan Israel.

Ia juga memperingatkan warga di kawasan Timur Tengah untuk menjaga jarak minimal satu kilometer dari kantor-kantor perbankan yang berpotensi menjadi target serangan.

(Jenly Wenur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara