Berita Utama

Inovasi Masa Pendemi COIVD-19, Lurah Tonsaru Buat Terobosan Ini

Inovasi Masa Pendemi COIVD-19, Lurah Tonsaru Buat Terobosan Ini
Lurah Tonsaru Paulus Manengkey (kelima dari kiri) bersama perwakilan Puskesmas Koya Meifa Warokkan dan kader Posyandu Remaja dan Mahasiswa KKN UNIMA

Tondano, BeritaManado.com — Masa Pandemi COVID-19  ternyata tidak menghalangi Pemerintah Kelurahan Tonsaru Kecamatan Tondano Selatan untuk membuat terobosan dengan melakukan inovasi.

Informasi yang diperoleh, dalam waktu dekan ini akan dilaunching Program Posyandu Remaja yang bertujuan untuk menjadi wadah edukasi masyarakat khususnya kaum remaja yang ada wilayah kerja Puskesmas Koya Kecamatan Tondano Selatan.

Lurah Tonsaru Paulus Manengkey, Rabu (7/4/2021) mengatakan bahwa rencana tersebut  tidak lepas dari sinergitas dengan Puskesmas Koya yang memberikan dorongan untuk membuat terobosan tersebut.

“Kami berharap, dengan adanya Posyandu Remaja akan memberikan manfaat terhadap peningkatan kualitas kepribadian para remaja. Yang unik dari program ini yaitu kader Posyandu Remaja akan diisi oleh remaja-remaja pilihan yang mempunyai komitmen terhadap pelayana kesehatan remaja,” kakta Paulus Manengkey.

Ditambahkannya, keberadaan Posyandu Remaja nantinya akan melengkapi wadah Posyandu Balita dan Posyandu Lansia yang sudah ada terlebih dahulu melayani masyarakat.

“Posyandu Remaja ini juga diharapkan dapat memfasilitasi kaum remaja untuk memahami permasalahan seputar dunia remaja termasuk kesehatan mereka. Kegiatan Pelayana Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) ini terbukti telah menjadi percontohan hingga bisa berprestasi ke tignkat nasional pada tahun 2019 lalu,” ungkap Manengkey.

Ditambahkannya, hal itulah yang membuat Kelurahan Tonsaru tertarik untuk mendirikan Posyandu Remaja untuk memberikan pelayanan promotive dengan sasaran kaum remaja.

Senada dengan pernyataan Lurah Tonsaru Paulus Manengkey, Koordinator KKN Universitas Negeri Manado (UNIMA) Glen menuturkan bahwa dalam membentuk Posyandu Remaja dibutuhkan  lima orang kader untuk masing-masing lingkungan menurut Juknis Buku Posyandu.

“Tujuan dibentuknya Posyandu Remaja yaitu untuk memberikan pengetahuan pelayanan kesehatan khususnya reproduksi dan Napza, termasuk untuk mencegah terjadinya pernikahan usia dini, stanting, serta kematian ibu dan bayi,” jelasnya.

Perwakilan Puskesmas Koya Meifa Warokka STr.Keb sebagai pemegan Program PKPR menilai bahwa remaja sebagai generasi penerus dan calon pemimpin masa depan harus mendapatkan hak dan kesempatan yang seluas-luasnya, bebas dari tindakan diskriminasi dan perlakuan yang salah.

“Pada kelompok remaja ada kecenderungan terjebak dalam perilaku yang berisiko. Masalah ini kompleks, maka diperlukan penanganan secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan semua unsur dari lintas program dan sektor,” ungkap Meifa Warokka.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara