Manado – Rencana sejumlah pihak untuk mengabadikan nama Sarundajang pada salah satu jalan lingkar Ringroad mendapat tanggapan dari Sarundajang sendiri.
Sarundajang yang adalah Gubernur Sulawesi Utara dua periode tersebut menyatakan hal tersebut bukan merupakan permintaan dia.
Kepada sejumlah wartawan, dia mengatakan dimana dirinya tidak pernah meminta-minta untuk pemberian nama atas sejumlah jalan protokol. Jika muncul isu ada penamaan jalan memakai namanya hal tersebut merupakan inisiatif dari orang-perorangan, namun dengan jujur Sarundajang menegaskan bahwa tidak ada permintaan dari dirinya untuk penamaan jalan-jalan tertentu.
“Saya tidak tahu menahu itu dan saya tidak minta-minta diri saya diabadikan seperti itu. Jadi biarlah itu mungkin inisiatif dari orang per orang, tapi terus terang tidak ada permintaan dari saya membangun bukan untuk itu,” ujar Ketua Umum AIPI ini di kantor Gubernur Sulut.
Dia berharap masalah ini tidak perlu dikembangkan karena ide itu sendiri tidak diketahuinya. (Jrp)

Olalallalala…Ndak tahu ?? Kalau tahu diri: Gampanng, suruh Satpol PP pigi cabut..Asal tahu saja, torang orang kampung menilai pemberian nama itu bukan penghargaan, tapi sindiran SHS sudah ALMARHUM alias so mati rasa. Mana ada orang masih hidup namanya sudah dipajang nama jalan. Jadi SHS dorang samakan dengan Alm. SamRatulangi, Piere Tendean, Panjaitan, Thamrim, Sudirman, A. Mononutu, AA Maramis, Wolter Mongisidi. dll
iyo katu eh, ini bukang SHS pe ide. Tuhan yang tahu!!!!!
itu rencana jalan tol, kase nama SHS jo kuak!
itu jembatan di jengki, co so kase nama SHS pasti langsung klar!
SHS lagi di atas angin coi!!!!!