
Adri Albert Rumayar bersama Wagub Sulut Steven Kandouw.
Manado, BeritaManado.com – Bagaimana rasanya bekerja sebagai petugas penjaga keamanan Lembaga Pemasyarakatan?
Sosok Adri Albert Rumayar sepertinya sangat memahami perasaan tersebut.
Bagaimana tidak, selama 31 tahun enam bulan, pria yang akrab dipanggil Pa Ade ini berkarir sebagai staf Kepala Pengamanan Lapas Klas II A Manado.
Di kalangan narapidana, Pa Ade yang tiap hari menjadi palang pintu pengamanan lapas, memiliki dua karakter kuat, yakni humoris sekaligus tegas tanpa kompromi.
“Kadang saya dibilang suka teriak, tetapi begitulah. Pada prinsipnya, keamanan lapas itu datang dari cara petugas bertindak secara terukur. Kita menegakan aturan, tanpa mengamputasi hak-hak warga binaan,” ujar Pa Ade, yang pada peringatan HUT ke-74 RI, Sabtu, 17 Agustus 2019 di Lapas Manado, menerima penghargaan Satya Karya dari Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw.
Kini, masa tugas Pa Ade akan segera berakhir.
Terhitung 1 September 2019, suami Dortje Budiman ini memasuki masa purna-tugas alias pensiun dengan pangkat Penata 3C.
Menghitung hari jelang lepas tugas, ayah David, Allan, dan Jessica ini, mengisahkan suka dukanya bekerja di Lapas Manado.
“Kita melayani dan mengelola rumah narapidana dari berbagai jenis dan masa hukuman. Mereka datang dari karakter dan latar belakang berbeda. Nah, butuh ketegasan tapi juga humor dengan membangun rasa hormat pada nilai-nilai kemanusiaan,” tutur Pa Ade.
Sewaktu ketika, seorang napi melarikan diri dan berkelahi antar napi.
Ini sempat membuat Pa Ade pusing.
“Kalau ada yang berkelahi, biasanya saya yang jadi tempat curhat. Nah, tugas saya meredam emosi mereka agar tidak lagi berkelahi. Kalau ada yang lari, harus dicari sampai dapat. Pokoknya, butuh keseimbangan mental saat menangani aneka persoalan yang berkaitan dengan napi dan tetap menegakkan HAM,” tuturnya.
Bicara tentang kemanusiaan, Adri Albert Rumayar juga pernah menerima penghargaan PMI karena telah mendonorkan darah selama lebih dari 75 kali.
Lebih dari tiga dekade atau di jaman empat presiden, ia menggondol segudang prestasi di bidang olahraga dan kepegawaian.
“Saya tidak merinci lebih detil tentang penghargaan yang didapat. Tetapi saya syukuri, di penghujung karir saya masih kuat dan sehat. Tiga puluh tahun menanam kejujuran, tanggung jawab dan kerja keras, itu menjadi modal di purnatugas. Terima kasih untuk institusi dan keluarga yang sudah menyokong saya selama puluhan tahun,” pungkas Pa Ade.
(Finda Muhtar)
