Manado – General Manager PLN Suluttenggo, Baringin Nababan mengatakan, penyebab utama permasalahan listik di Sulut diakibatkan karena sistem Sulawesi Utara & Gorontalo (SULUTGO) yang meliputi 3 sub sistem (Minahasa, Kotamobagu dan Gorontalo), sedang mengalami kekurangan pasokan dari sisi pembangkit sebesar 83,8 Mega Watt (MW).
Penjelasan tersebut dijelaskan Nababan saat melaporkan kepada Gubernur tentang kondisi listrik terkini yang melanda di hampir seluruh wilayah Sulut.
“Salah satunya akibat adanya gangguan pada PLTU Amurang unit 1 dan 2. Juga debit air danau Tondano yang berkurang akibat kemarau panjang, sehingga mesin PLTA tidak berfungsi maksimal. Saat ini mesin PLTA hanya bisa membantu saat beban puncak malam hari,” kata Nababan.


Ketika pantai jln boulevard mdo belum di reklamasi, sangat jarang sekali listrik padam. Namun setelah bermunculan mall dan hotel2 serta perumahan saat ini, hampir setiap hari listrik padam 5-10 jam sehari, yg diikuti juga dgn tersendatnya air pdam ke rumah2 (mati bergilir) dgn alasan listrik padam. Padahal klo mau jujur PLN seharusnya semakin banyak pelanggan (mall, hotel, perumahan) tentunya semakin banyak pendapatan pemasukan yg bisa digunakan untuk perbaikan mesin/genset yg rusak atau beli genset baru, sehingga semakin hari pelanggan listrik tidak perlu hidup dalam kegelapan.
Kami ingin PLN jangan selalu berdalih ketika rakyat kecil harus terkena giliran pemadaman yg tidak jelas sementara di rumah2 pejabat didaerah tertentu terang benderang tanpa pemadaman. Kenapa selalu jadi alasan kurang debit air danau Tondano? padahal semua pembangkit listrik gunakan tenaga BBM, PLN harus jujur !! Segera hidupkan kembali listrik di rumah2 kami !!
Aaah PLN PLN. Apa torang pelanggan2 PLN cuma bayar pa ngoni pake doi mainan? Ini di daerah manado utara tanggal 12-13 Okt 2015 mati total 17 jam dan masih mati lampu ini. Itu alasan2 yang menyalahkan alam itu so nda butul. Kita yakin dorang ba hemat lantaran ada target omset dari PLN pusat di jawa. Buktinya: kenapa kalo ada hari2 raya agama bisa 100% jamin tanpa pemadaman? Apa ada extra 84 mW disimpan di popoji?
Yang kerja di PLN seharusnya merasa MALU. Anda mengambil uang rakyat tapi tidak bisa memberikan kewajiban. Malah menambah2 pelanggan apalagi itu indom**et & al**mart buka ratusan gerai di SULUT semua PLN io akang padahal so tau2 ada defisit daya (ada yang bilang 1 gerai minta pake 15000w). Benar2 perusahaan yang tidak bertanggung jawab. Enak ya jadi monopoli? Biar jadi pencuri tapi ngga ada yang bisa menangkap.
PLN ini negara punya.. Monopoli lagi..
Makanya jadi Infant Company..
Ndak punya back-up plan
Orang Manado bilang “biongo..!!!”
Itu pendapat orang awam..
Yg agak lebih mengerti pasti akan mempertanyakan kenapa PLN suka sekali investasi di PLTD? Bukannya bangun PLTM yg banyak potensinya di Sulut?
Mungkin kalu diesel sadiki2 ada biaya perawatan yg boleh mo korupsi..
Kalu mini-hydro ndak dapa doi samua orang PLN, krn sama deng PLTA kalu so bangun lama skali mo rusak..