Manado – Sisa dua bulan masa kampanye membuat seluruh upaya menarik perhatian masyarakat untuk mendukung pasangan calon kepala daerah semakin ditingkatkan, termasuk media.
Media dipercaya punya kekuatannya sendiri yang bisa membangun opini masyarakat. Selain media cetak dan televisi serta radio, kehadiran media online saat ini tak bisa diremehkan.
“80% persen penduduk dunia pernah mengakses internet. Data ini menjelaskan bahwa media online bisa memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan informasi-informasi terutama terkait dengan politik. Media online sangat mudah karena tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Orang kota hingga orang desa begitu mudah mengakses media online. Sebuah peristiwa tertentu di kota Manado, 1 menit kemudian sudah bisa di akses masyarakat desa Malola yang ada di kaki hutan Gunung lolombulan, Minahasa selatan,” ujar Dr Ferry Liando kepada BeritaManado.com, Minggu (11/10/2015).
Akademisi UNSRAT ini pun menjelaskan alasannya mengapa pengguna media online lebih luas.
“Media online sangat murah dan sangat mudah diakses semua kalangan dan informasi-imformasi yang disajikan bisa bertahan lama sepanjang informasi di butuhkan. Media online salah satu alternatif pendidikan politik masyarakat.
Masyarakat akan mudah mengikuti semua tahapan Pilkada termasuk dengan kapasitas calon kepala daerah. Media online tidak terbatas dengan oplah sebagaimana media lain, sehingga semua bisa mendapatkan informasi yang akurat,” tambahnya.
Ke-efektifan media online tentu ditentukan oleh sikap media itu sendiri.
“Sepanjang media online bersifat objektif, independen, tidak memihak dalam memberitakan informasi-informasi politik, saya yakin media online akan lebih kuat dan menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam mendapatkan informasi politik,” tukasnya. (srisuryapertama)

