Lainnya

Ini Pandangan Gereja Katolik Tentang Perayaan Tahun Baru

Ini Pandangan Gereja Katolik Tentang Perayaan Tahun Baru

Pater Daniel Lobo Oba OCD

Langowan, BeritaManado.com — Tahun Baru yang dirayakan oleh seluruh dunia ternyata punya sisi yang berbeda menurut pandangan Gereja Katolik.

Pater Daniel Lobo Oba OCD dalam renungannya saat memimpin Misa Syukur Tahun Baru 2026 di Patoki St. Petrus Langowan memberikan penjelasan tentang hal itu.

Dikatakannya, bahwa hal pertama yang perlu diketahui bahwa tanggal 1 Januari setiap tahun berjalan masih merupakan bagian dari perayaan Hari Raya Natal pada bulan Desember tahun sebelumnya.

Dalam Kitab Suci dikatakan bahwa 8 hari setelah kelahiran-Nya, Yesus menjalani tradisi sebagai orang Yahudi yaitu disunat.

Selain itu, dalam tradisi Gereja Karolik sendiri, tanggal 1 Januari juga dirayakan sebagai Hari Raya Santa Perawan Maria Buda Allah.

Pater Daniel mengibaratkan bahwa dalam sebuah perjalanan, kejadiran sosok ibu itu sangat dibutuhkan.

“Biasanya kehadiran sosok ibu memiliki kemampuan untuk membaca hal apa yang dibutuhkan anak-anaknya. Tentunya hal itu harus dusertai dengan iman yang kuat,” ungkap Pater Daniel.

Ditambahkannya, mujizat pada pesta perkawinan di Kana adalah salah satu contohnya.

“Disana ada peran seorang ibu, dimana meski Yesus mengatakan bahwa saat-Nya belum tiba, akan tetapi iman seorang ibu dalam hal ini Bunda Maria, maka mujizat air menjadi anggur akhirnya terjadi,” katanya.

Ditekankan Pater Daniel, umat Katolik saat ini harus menjadikan Buda Maria sebagai inspirasi hidup sehari-hari.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara