
Manado, BeritaManado.com — Kemajuan sektor pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara perludisikapi dengan bijak, karena dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat yang ada di Kota Manado, Tomohon, Minahasa dan sekitarnya.
Salah satu yang harus disikapi adalah bagaimana menangkap peluang ekonomi, karena perputaran uang di sektor ini sangat cepat.
Ketua Satgas Pariwisata Sulut Dino Gobel, Kamis (19/4/2018) kemarin mengatakan bahwa memang masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk mengembangkan sektor pariwisata di daerah-daerah, namun masyarakat juga perlu melangkah maju dan jangan hanya menunggu.
“Kalau kita menunggu, maka kita bisa kehilangan kesempatan, karena peluang yang ada telah direbut oleh orang lain. Maka dari itu dalam hal ini sangat penting kita membaca tanda-tanda seperti apa peluang ekonomi yang bersentuhan langsung dengan pariwisata,” ungkap Gobel.
Ditambahkannya, kisaran angka 30 ribu wisatawan yang datang berkunjung di Sulut selang tiga bulan terakhir merupakan sebuah progress yang menggembirakan, dimana angka ini mengalami peningkatan sebesar 63 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Perlu diingat bahwa dalam dunia pariwista tidak ada yang istilahnya kredit, semua serba cash. Masuk objek wisata saja seorang wisatawan harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli karcis dan demikian juga di tempat lain seperti hotel, restoran dan lain sebagainya,” tutur Gobel.
Keberhasilan tersebut juga diakui Gobel tidak lepas dari dukungan Kementerian Pariwisata RI yang dipimpin Arief Yahya yang senantiasa memberikan dukungan terhadap agenda-agenda yang telah diprogramkan sebagai salah satu daya tarik wisatawan.
Kesimpulan yang dapat ditarik dalam hal ini adalah bahwa kekurangan yang ada jangan dijadikan alasan untuk menghambat semangat untuk membangun daerah melalui sektor pariwisata dan lalukan saja apa yang menjadi kewajiban sebagai masyarakat dan juga pemerintah.
(Frangki Wullur)
