Agama dan Pendidikan

Ini Jejak Awal Perkembangan GMAHK di Sulawesi

Pada 30 Desember 1921, 22 orang menjadi kelompok jemaat mula-mula yang menerima baptisan pertama dari Pendeta F. A. Detamore.

Mereka yang dibaptis mula-mula adalah Hendrik Rantung, Katiwulan Malingkas, Marsela Rantung, Adilina Rantung, Manuel Rantung, Sartji ERantung-Langingi, Dorkas Onsoe-Rantung, Lukas Onsoe, Lina Onsoe, Martina Onsoe, Karlina Wahongan, Brodus Wahongan, Yaltji Ole, Maria Siwi, Anton Londa, Lukas Ngongolai, Serfius Rantung, Robert Rolangon, Jusuf Antou, Magdalena Antou, Simon Antou dan Alfrits Pasuhuk.

Keesokan harinya, 31 Desember 1921, jemaat mula-mula yang terdiri dari 22 orang penerima baptisan pertama bersama Samuel Rantung dan isteri juga M. E. Direja yang menikahi seorang perempuan.

Pada tahun yang sama, Pendeta Albert Muson tiba di Manado dan memimpin upaya pekabaran Injil yang dibantu oleh Samuel Rantung sebagai Guru Injil.

Adapun para pemimpin yang pernah melayani di Minahasa setelah Pendeta Albert Muson antara lain adalah Pendeta J. W. Kolling, H. Twijnstra, F. Dittmar, D. S. Kime sampai pada masa penjajahan Jepang, kemudian dilanjutkan oleh A. Londa, L. J. Mamanua, N. D. Langie, W. A/ Raranta dan D. N. Pungus.

Salah satu tokoh Pemuda Advent Jimi Pinangkaan kepada BeritaManado.com, Sabtu (11/1/2020) mengatakan bahwa kisah-kisah awal mula perkembangan GMAHK punya nilai historis yang sangat tinggi.

“Hal ini akan sangat baik jika didokumentasikan dalam satu karya ilmiah melalui sebuah buku yang berisi kisah-kisah menarik dan inspiratif untuk membangun iman dan juga pengetahuan keagamaan,” ungkap Pinangkaan.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara