Pengembangan pendidikan nyata komitmennya dengan Upaya pemerataan fasilitas dan infrastruktur serta SDM yang dijamin dalam regulasi Perda Pengelolaan Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara serta Revitalisasi SMK Provinsi Sulawesi Utara.
SMK Sulawesi Utara sebagiannya telah dikembangkan lulusannya menjadi pekerja di luar negeri seperti Jepang, Tiongkok dan negara lainnya.
Pembangunan infrastruktur dari berbagai sektor dan bidang berkembang pesat seperti: perhubungan dan transportasi (jalan, bandara, Pelabuhan, terminal), kesehatan, pendidikan, pertanian (bendungan dan irigasi) dan lainnya.
Terobosan dan inisiatif dari pemimpin daerah telah memberikan kebaikan terhadap indikator makro sosial ekonomi seperti: pertumbuhan ekonomi, kestabilan harga umum/inflasi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, distribusi pendapatan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Disamping itu beberapa aspek lain yang terus terjaga seperti kerukunan antar umat beragama/toleransi juga turut memberikan iklim yang kondusif untuk investasi.
Kecuali tingkat pengangguran maka seluruh indikator makro daerah Sulawesi Utara lebih baik dari nasional, namun kemajuan dari indikator tingkat pengangguran tampaknya makin mengecil selisih dengan nasional.
Kinerja Olly Dondokambey tersebut tentunya tidak lepas dari kerjasama seluruh pihak, namun tentunya harus diapresiasi kemampuan manajemen penyelenggaraan pemerintahan oleh beliau.
Dengan dasar inilah ISEI Cabang Manado melalui Ketua Joy Elly Tulung dan Sekretaris Bobby Hamenda bersama tim pakar Tim Pakar ISEI Cabang Manado-Sulut yang terdiri dari Vecky A.J. Masinambow, Een Walewangko, Agnes Lapian, Daniel Sondakh, Robert Winerungan, Imelda Ogi dan Victor P.K. Lengkong terpanggil dan tergerak mengusulkan kepada Rektor Unsrat untuk memberikan gelar Doktor Kehormatan menyusul yang sudah dilakukan universitas di Tiongkok yang lebih dahulu memberikan Profesor Kehormatan.
(***Alfrits Semen)
