Berita Utama

Ini Alasan Basarnas Gagal Temukan Pesawat Jatuh

MARSONO

Marsono, Kepala Kantor SAR Manado

 

Kema – Proses pencarian bangkai dan korban pesawat THRUSH 510P milik PT Elang Nusantara Air, yang jatuh Selasa (2/12/2014) lalu sekitar pukul 10:02 Wita di Pantai Firdaus Desa Kema, Minahasa Utara, Senin (9/12/2014) sore, resmi dihentikan.

Kepala Kantor SAR Manado, Marsono menjelaskan, pemberhentian proses pencarian sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Selama tujuh hari melakukan pencarian bangkai pesawat dan korban, kami dari Basarnas melakukan evaluasi bersama pihak keluarga korban, perusahaan, TNI/Polri, dan seluruh pihak terkait. Namun dari kegiatan sejauh ini belum bisa mendapat hasil apa-apa,” kata Marsono.

Terkait alat yang ada seperti marine detector, ROV dan sonar, dijelaskan Marsono ada beberapa titik tidak dapat dimonitor.

Arus di dasar laut sangat deras sehingga alat menjadi tidak stabil. Hari ini, kedalaman yang bisa dicapai hanya 150 meter. Dan kami mengikuti arus ke arah pelabuhan Bitung serta Selat Lembe, namun belum membuahkan hasil – Marsono, Kepala Kantor SAR Manado.

Terpantau, saat ini seluruh pasukan dan peralatan telah ditarik kembali ke Kantor Basarnas Manado.

“Kami berharap, kalau ada masyarakat yang mendapat potongan lain dari bangkai pesawat telebih kalau ada yang menemukan kedua korban, harap secepatnya melapor ke Basarnas ataupun aparat keamanan,” tutup Marsono.(finda)

Baca Topik:

Baca juga:

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara