Karena itu, penilaian tidak hanya berfokus pada kualitas hidup, tetapi juga memasukkan faktor perpajakan, akses izin tinggal, dan jalur menuju kewarganegaraan.
Hal ini membuat hasilnya tidak dapat disamakan begitu saja dengan indeks kebahagiaan, indeks pembangunan manusia, pemeringkatan pensiun, ataupun daya saing pariwisata.
Sebagai pembanding, Ranking Pariwisata Dunia 2026 versi World Economic Forum menempatkan Indonesia di peringkat ke-23 dunia.
Sementara dalam pemeringkatan mobilitas internasional, Paspor Indonesia Peringkat 67 Dunia menurut Henley Passport Index 2026.
Setiap indeks memiliki tujuan pengukuran berbeda.
Karena itu, posisi Indonesia dalam Nomad Lifestyle Index 2026 sebaiknya dipahami sebagai gambaran berdasarkan metodologi lembaga tersebut, bukan kesimpulan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan kualitas hidup terburuk di dunia.
Informasi dan metodologi lengkap dapat dilihat melalui laman resmi Nomad Lifestyle Index 2026.
