
Penulis: Tim Redaksi
Indonesia berada di peringkat ke-62 dari 63 destinasi dalam Nomad Lifestyle Index 2026, sebuah pemeringkatan yang membandingkan berbagai negara dan wilayah berdasarkan kondisi yang memengaruhi kehidupan, pekerjaan, serta kemudahan menetap bagi masyarakat dengan mobilitas internasional.
Sementara itu, Monaco menempati posisi pertama dengan skor 73,89, disusul Andorra dengan 73,68 dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan 73,15.
Indonesia memperoleh skor keseluruhan 37,19. Posisi tersebut hanya satu tingkat di atas Saint Vincent and the Grenadines yang berada di urutan ke-63 dengan skor 34,62.
Laporan edisi 2026 ini disusun oleh Nomad Capitalist dengan penelitian dan analisis Bridgehead Communications. Data yang dipublikasikan merupakan edisi September 2026.
Monaco Pimpin Ranking Negara Terbaik untuk Ditinggali
Monaco menjadi destinasi dengan nilai tertinggi dalam Nomad Lifestyle Index 2026.
Negara kecil di kawasan Eropa tersebut memperoleh skor 73,89 dari 100. Keunggulan utamanya berada pada aspek kualitas hidup dan infrastruktur, dengan nilai sempurna 100.
Andorra menempati posisi kedua dengan skor 73,68. Negara yang terletak di antara Prancis dan Spanyol itu unggul dalam kategori keamanan dan kebebasan dengan nilai 96.
Uni Emirat Arab berada di peringkat ketiga dengan skor 73,15. Negara tersebut memiliki nilai tertinggi pada kategori perpajakan, yakni 96.
Berikut daftar 10 destinasi terbaik untuk ditinggali pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index:
| Peringkat | Negara atau Destinasi | Skor |
|---|---|---|
| 1 | Monaco | 73,89 |
| 2 | Andorra | 73,68 |
| 3 | Uni Emirat Arab | 73,15 |
| 4 | Malta | 72,11 |
| 5 | Portugal | 70,09 |
| 6 | Siprus | 68,42 |
| 7 | Singapura | 67,12 |
| 8 | Kepulauan Cayman | 66,50 |
| 9 | Selandia Baru | 66,43 |
| 10 | Swiss | 65,44 |
Sumber: Nomad Lifestyle Index 2026.
Enam dari 10 posisi teratas ditempati destinasi Eropa, yakni Monaco, Andorra, Malta, Portugal, Siprus, dan Swiss.
Singapura menjadi satu-satunya destinasi Asia yang masuk 10 besar. Sementara Uni Emirat Arab mewakili kawasan Timur Tengah.
Perlu dicatat, daftar tersebut menggunakan istilah destinasi karena tidak seluruh peserta merupakan negara berdaulat. Kepulauan Cayman, misalnya, merupakan wilayah seberang laut Britania Raya.
Indonesia Peringkat 62, Ini Nilai Lima Indikatornya
Posisi Indonesia menjadi salah satu temuan menarik dalam pemeringkatan tersebut.
Berdasarkan halaman profil Indonesia di Nomad Lifestyle Index, skor keseluruhan 37,19 berasal dari lima indikator utama.
Berikut rinciannya:
| Indikator Penilaian | Skor |
|---|---|
| Alam dan iklim | 27,1 |
| Perpajakan | 39,0 |
| Kemudahan menetap dan akses | 56,2 |
| Keamanan dan kebebasan | 35,7 |
| Kualitas hidup dan infrastruktur | 28,0 |
| Skor keseluruhan Indonesia | 37,19 |
Sumber: Nomad Lifestyle Index 2026.
Indonesia memperoleh nilai relatif lebih baik pada kategori kemudahan menetap dan akses, yakni 56,2.
Sebaliknya, kategori alam dan iklim hanya memperoleh 27,1. Kualitas hidup dan infrastruktur juga berada pada angka 28,0.
Dalam penjelasan metodologinya, Nomad Capitalist menyebut penilaian alam dan iklim antara lain mempertimbangkan kualitas udara, risiko cuaca ekstrem, ketersediaan energi surya, serta kondisi ekosistem.
Sementara indikator kualitas hidup dan infrastruktur mencakup harapan hidup, indeks kualitas hidup, biaya hidup, serta kecepatan koneksi internet tetap dan seluler.
Angka tersebut merupakan hasil pengukuran berdasarkan indikator dan sumber data yang digunakan dalam indeks, bukan penilaian tunggal terhadap seluruh pengalaman masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Singapura Nomor 7, Malaysia Peringkat 21
Bagaimana posisi negara-negara Asia Tenggara lainnya?
Singapura menjadi negara ASEAN dengan peringkat tertinggi, yakni posisi ketujuh dunia dengan skor 67,12.
Malaysia berada di urutan ke-21 dengan skor 60,38. Sementara Thailand menempati posisi ke-51, Filipina ke-59, dan Indonesia ke-62.
Berikut perbandingan negara Asia Tenggara yang tercantum dalam indeks tersebut:
| Peringkat Dunia | Negara | Skor |
|---|---|---|
| 7 | Singapura | 67,12 |
| 21 | Malaysia | 60,38 |
| 51 | Thailand | 47,91 |
| 59 | Filipina | 41,64 |
| 62 | Indonesia | 37,19 |
Sumber: Nomad Lifestyle Index 2026.
Dalam kelompok destinasi ASEAN yang dinilai, Indonesia berada di posisi paling bawah.
Menariknya, posisi Indonesia dalam indeks ini berbeda dengan hasil pemeringkatan internasional lainnya.
BeritaManado.com sebelumnya mengulas 20 Negara Terbaik untuk Pensiun 2026 versi Rumavi Global Relocation Index. Dalam kategori pensiunan tersebut, Indonesia berada di peringkat ke-58 dari 192 negara.
Perbedaan posisi itu menunjukkan bahwa hasil pemeringkatan sangat dipengaruhi oleh tujuan, indikator, dan metodologi yang digunakan masing-masing lembaga.
Bagaimana Nomad Lifestyle Index Menentukan Peringkat?
Nomad Lifestyle Index 2026 menilai 63 destinasi berdasarkan lima pilar utama.
Masing-masing pilar memiliki bobot yang sama, yakni 20 persen dari skor keseluruhan.
Kelima indikator tersebut meliputi:
- Alam dan iklim (Nature and Climate). Mengukur kualitas udara, risiko perubahan iklim dan cuaca ekstrem, potensi energi surya, serta kondisi lingkungan.
- Perpajakan (Tax). Mempertimbangkan beban pajak efektif, kualitas kebijakan perpajakan, pajak kekayaan dan warisan, serta jaringan perjanjian perpajakan.
- Kemudahan menetap dan akses (Residence and Access). Melihat kekuatan paspor, pilihan program izin tinggal, serta waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan naturalisasi.
- Keamanan dan kebebasan (Safety and Freedom). Memperhitungkan keamanan, tingkat kedamaian, kebebasan individu, dan kebebasan ekonomi.
- Kualitas hidup dan infrastruktur (Quality of Life and Infrastructure). Mengukur harapan hidup, kualitas hidup, biaya hidup, serta konektivitas internet.
Penelitian menggunakan kombinasi data dari berbagai lembaga dan basis data, termasuk IQAir, Germanwatch, Yale Environmental Performance Index, Global Peace Index, Numbeo, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta Ookla Speedtest.
Sejumlah indikator juga menggunakan riset internal Nomad Capitalist, khususnya yang berkaitan dengan perpajakan, paspor, dan jalur izin tinggal.
Dari 63 destinasi yang dinilai, 60 di antaranya memperoleh penilaian pada kelima pilar.
Tiga destinasi, yakni Kepulauan Cayman, Puerto Rico, dan Saint Vincent and the Grenadines, tidak memiliki nilai pada kategori kemudahan menetap dan akses.
Karena itu, keempat pilar lainnya disesuaikan bobotnya menjadi masing-masing 25 persen untuk ketiga destinasi tersebut.
Ranking Bukan Satu-satunya Ukuran Kualitas Hidup
Nomad Lifestyle Index dirancang terutama untuk membandingkan destinasi yang menjadi perhatian masyarakat dengan mobilitas internasional, termasuk pengusaha, investor, dan pekerja yang mempertimbangkan untuk tinggal di negara lain.
