Agama dan Pendidikan

Indah pada Waktunya: Kisah Prof Emma Senewe Raih Puncak Karier sebagai Guru Besar Unsrat Manado

Indah pada Waktunya: Kisah Prof Emma Senewe Raih Puncak Karier sebagai Guru Besar Unsrat Manado
Prof Emma Senewe dikukuhkan sebagai guru besar ranting ilmu kepakaran Hukum Internasional.

Manado, BeritaManado.com — Pagi itu, Senin, 29 September 2025, momen bahagia dan tak terlupakan bagi Prof Dr Emma Valentina Teresha Senewe SH, MH bersama keluarga.

Dalam suasana Sidang Senat terbuka di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, beliau resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dengan ranting ilmu kepakaran di bidang Hukum Internasional.

Acara pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Berty Sompe M.Eng IPU ASEAN Eng, ini menjadi panggung bagi Prof Emma untuk menyampaikan orasi ilmiah yang sangat relevan.

Orasinya bertajuk “Harmonisasi Kebijakan Luar Negeri Indonesia dalam Menangani Perdagangan Manusia melalui Kerja Sama Kawasan Asean.”

Usai menyelesaikan orasi yang sarat makna tersebut, raut wajah Dekan Fakultas Hukum Unsrat ini memancarkan rasa syukur yang mendalam.

Ia menyebut jabatan guru besar ini sebagai anugerah dan penghargaan tertinggi yang pernah ia raih sepanjang kariernya sebagai dosen.

“Ini adalah sesuatu yang sebenarnya sudah tidak lagi menjadi target utama dalam hidup saya,” ungkap Prof Emma dengan haru.

Namun, ia melanjutkan, “Sebagaimana kata firman Tuhan, Dia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.”

Dalam momen kebahagiaan itu, Prof Emma tak lupa menoleh ke belakang, merangkul kenangan manis yang menjadi fondasi kesuksesannya.

Ia mendedikasikan pencapaian ini kepada almarhum orang tuanya, Papa John Ferdinand Rudolf dan Mama Eveline Tion Pangemanan.

“Mereka adalah sumber motivasi belajar saya yang tak pernah padam, hingga akhirnya hari ini saya bisa berdiri sebagai Guru Besar,” ujarnya.

Indah pada Waktunya: Kisah Prof Emma Senewe Raih Puncak Karier sebagai Guru Besar Unsrat Manado
Prof Emma Senewe bersama suami Prof Ronny Maramis.

Ucapan terima kasih mengalir deras, tidak hanya untuk adik-adiknya, tetapi juga secara khusus kepada sang suami tercinta, Prof Dr Ronny Adrie Maramis, SH, MH, serta anak-anaknya.

Ia menyadari betul, ada banyak pengorbanan yang dilakukan keluarga di balik kesibukan akademisnya yang begitu menyita waktu.

“Terima kasih juga saya sampaikan kepada suami tercinta, Prof. Ronny Adrie Maramis, teman diskusi sekaligus teman debat terbaik dalam pembelajaran hukum,” katanya sambil tersenyum.

Ucapan terima kasih juga dipersembahkan bagi anak-anaknya: Anak Andree Brierly Maramis beserta Gebby H Worotikan, dan dua cucu kesayangan, Aiden Crusoe dan Jan Lodweijk, serta Anak Pingkan Putri Maramis dan Daniel Ronald Tampubolon.

Di penghujung sambutannya, Prof. Emma juga menyampaikan terima kasihnya kepada Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Rektor Unsrat, para Guru Besar Senior, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan luar biasa hingga impian ini terwujud.

(jenlywenur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara