Agama dan Pendidikan

Ibadah Jumat Agung Jemaat GMIM Tu Mou Tou Kendis Khidmat

 

Jemaat Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM), Tu Mou Tou Kendis
Jemaat Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM), Tu Mou Tou Kendis

 

Tondano, BeritaManado.com — Memperingati kematian Tuhan Yesus dikayu salib, Jemaat Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM), Tu Mou Tou Kendis Wilayah Tondano 1, menghadiri Ibadah Jumat Agung sekaligus perjamuan kudus di Gereja Tu Mou Tou Kendis, Jumat (30/3/2018), Ibadah diikuti kurang lebih 400 jemaat dipimpin ketua jemaat Pdt. Yulin Theresia Warongan Mokat, STh, berlangsung khidmat.

Sebelum ibadah dimulai mewakili BPMJ, jemaat disambut ucapan selamat datang oleh syamas kolom 10 Jhonny Tendean, kemudian jemaat menyanyikan lagu rohani Hendaklah Iring Jesus.

Sementara Ketua jemaat Pdt. Yulin Warongan Mokat STh, menyampaikan firman Tuhan yang dikutip dari kitab perjanjian baru Markus 15 : 33-41 dengan perikop Yesus mati dikayu salib.

Warongan menyebutkan, peristiwa kematian Yesus di kayu salib disebut sebagai bentuk persembahan yang sempurna, sebab Yesus mati mempersembahkan dirinya untuk menebus dosa-dosa manusia.

“Tuhan Yesus merasakan bentuk penderitaan, hal ini kita cermati melalui perkataan Yesus dikayu salib, Allah ku mengapa Engkau meninggalkan aku” tutur Warongan diatas mimbar.

Kemudian ungkap Warongan, penderitaan Yesus begitu dirasakan hingga titik tertinggi dan akhirnya Yesus menyerahkan nyawanya, jadi kematian Yesus dikayu salib bukan peristiwa biasa.

“Peristiwa ini sangat berat dilalui-Nya, melalui pengorbanan Dia mampu melewati, Tuhan Yesus adalah sosok yang sempurna, namun menjadi korban karena menebus dosa manusia” tukas istri Ketua Wilayah Tondano 1, Pdt. Soeharto Warongan STh, MTh. Disamping itu sambungnya, segala penderitaan Yesus jalani tanpa mengeluh, makanya kita patut bersyukur kita punya Tuhan Yesus yang rela berkorban. “Apakah kita rela menderita bagiNya, kadang kita temukan banyak umat yang percaya tapi enggan berkorban untuk Yesus” pintanya.

Dengan begitu bebernya, lewat perayaaan Jumat Agung ini, kita menghayati ulang bahwa kita benar mengambil bagian kendati hidup yang kita jalani penuh dinamika, kita pun instropeksi diri, karena salib bukan sekedar tradisi, tapi salib adalah lambang orang percaya kepada Kristus sampai akhir kehidupan.

“Kita beri hormat untuk kemuliaan nama Tuhan, Kristus sudah menderita, olehnya kita mengambil makna hidup ini disepanjang tahun 2018” tutupnya.

Usai ibadah Jumat Agung, jemaat mengikuti perjamuan kudus makan roti yang berarti tubuh Yesus dan minum anggur diartikan darah Yesus.

Ibadah Jumat Agung selain dihadiri Ketua Jemaat Pdt. Yulin Warongan Mokat STh, juga dihadiri Ketua Wilayah Tondano 1 Pdt. bhga dan Syamas dari 10 kolom Jemaat GMIM Tu Mou Tou Kendis Wilayah Tondano Satu.

 

(Ferry Lesar)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara