Agama dan Pendidikan

HUT Pekabaran Injil, Ini Kata Pendeta Christian Luwuk

HUT Pekabaran Injil, Ini Kata Pendeta Christian Luwuk
Pdt. Christian Luwuk MTh memegang sebuah foto bertuliskan nama Penginjil JG. Schwarz (seharusnya JAT. Schwarz)

Kawangkoan, BeritaManado.com — Kedatangan para penginjil yang diutus Netherland Zendeling Genooschap (NZG) ke tanah Minahasa membawa masyarakat lokal kedalam tatanan kehidupan religius yang baru.

Pendeta Christian Luwuk MTh mengatakan, Tahun 1831 menjadi momentum bersejarah bagi lahirnya sebuah gerakan pelayanan dari empat penginjil mula-mula yaitu Johann Gottlieb Scwarz, Abraham Obez Schaafsma, Meindert Brouwer dan Johannes Albert Traugott Schwarz.

Dari tangan keempat Penginjil NZG ini bertumbuhlah iman Kristen melalui baptisan warga lokal Minahasa, sebut saja yang terjadi di wilayah Kawangkoan melalui pembaptisan tiga orang sebagai jemaat perdana.

HUT Pekabaran Injil, Ini Kata Pendeta Christian Luwuk
Gedung GMIM Sion Sentrum Sendangan Kawangkoan

Dalam catatan baptisan bertuliskan nama Pendeta Johann Gottlieb Schwarz tanggal 12 Juni 1836, tertulis tiga nama yaitu Maria Dotulong, Ishak Najoan dan  Enos Palar.

Tahun 1860, gereja pertama dibangun dengan bebtuk penjuru dan digunakan hingga tahun 1889.

Selanjutnya pada tahun 1890 kembali dilakukan pembangunan gedung gereja kedua, sebab sekitar tahun 1887.

HUT Pekabaran Injil, Ini Kata Pendeta Christian Luwuk
Catatan baptisan pertama di Kawangkoan

Pada awal misi Gereja Potestan di Minahasa, pelayanan penginjilan dilakukan oleh Pendeta berkebangsaan Jerman dan Belanda.

Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat Pdt. Christian Luwuk MTh mengatakan bahwa di gerejanya mempunyai koleksi dokumen baptisan dari Pdt. Johann Gottlieb Schwarz dan penerusnya.

Bahkan ada sebuah foto berukuran besar dari anaknya bernama JAT Schwarz yang pernah melayani cukup lama di wilayah Sonder.

HUT Pekabaran Injil, Ini Kata Pendeta Christian Luwuk
Tanda tangan Pdt. JG. Schwarz pada Buku Baptis

“Kami sudah punya ancang-ancang untuk memberikan perhatian khusus terhadap sejarah perkembangan jemaat. Beberapa hal yang akan dilakukan yaitu melakukan penataan dokumen-dokumen dan peninggalan bernilai sejarah untuk menjadi sarana edukasi bagi jemaat,” jelas Pdt. Christian Luwuk.

“Oleh karena Roh Kudus, mereka memberi diri dalam pekerjaan pelayanan pekabaran Injil khususnya di tanah Minahasa. Secara khusus Kawangkoan tentu merasakan langsung buah dari pekerjaan pelayanan para penginjil mula-mula. Semoga HUT Pekabaran Injil tahun 2020 ini membawa semanat tersendiri bagi seluruh lapisan jemaat,” ungkapnya.

Berikut ini nama-nama Pendeta berkebangsaan Jerman dan Belanda yang pernah melayani Jemaat GMIM Sion Sentrum Sendangan Kawangkoan:

1831 – 1859: Johann Gottlieb Schwarz

1860 – 1870: Abraham Obez Schaafsma

1870 – 1886: M. Brouwer

1886 – 1903: JAT. Schwarz

1903 – 1907: Dr. S. Schoch

1907 – 1910: M. Birkhoff

1910 – 1911: M. Brouwer

1911 – 1915: J. Reyes

1915 – 1923: HL. Langefoort, Vander Linder, GF. Schroder

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara