Minut

HUT ke-75 RI: KLiR Kerja Bakti di Kawasan Waruga Minawanua Likupang

HUT ke-75 RI: KLiR Kerja Bakti di Kawasan Waruga Minawanua Likupang
Membersihkan lumut dan rumput yang sudah menutupi kawasan waruga.

Minut, BeritaManado.com – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia, Komunitas Likupang Raya (KLiR) memberi perhatian kepada warisan budaya daerah.

Sabtu (15/8/2020) pagi, pengurus dan anggota KLiR membersihkan kawasan Waruga Minawanua Likupang yang berlokasi di Desa Likupang Satu, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.

Saat didatangi tim, waruga yang merupakan peninggalan berupa kubur di kampung tua (arti minawanua, red) atau pemukiman mula-mula di Likupang, ini kondisinya kurang perawatan.

ADVERTISEMENT

Belum ada papan nama, pembatas lokasi dan penuh lumut serta rerumputan.

Ada puluhan waruga yang tersebar di beberapa titik di pinggiran sungai besar yang mengalir ke arah muara pelabuhan Likupang.

Kali ini KLiR melakukan bakti sosial tepatnya kerja bakti dengan personil terbatas karena masih masa pandemi Covid-19.

Ketua Harian Komunitas Likupang Raya, Jelly Maramis mengatakan, lokasi ini dipilih karena merupakan situs bersejarah untuk masyarakat Likupang.  

“Kerja bakti Komunitas Likupang Raya kali ini sebisa yang kami jangkau langsung kami bersihkan karena masih pandemi Covid-19 yang hadir pun hanya beberapa orang dan tentu menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Maramis menyesalkan karena lokasi ini tidak terawat bahkan beberapa waruga pernah dirusak oknum tertentu sehingga tutup waruga terlepas dari tempatnya semula.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menghargai peninggalan leluhur minimal dengan tidak merusak atau mengotori kawasan ini.

“Waruga Minawanua adalah peninggalan leluhur artinya bagian dari sejarah khususnya masyarakat mula-mula di Likupang. Banyak hal positif yang bisa kita pelajari. Salah satunya nilai seni ukiran dan bagaimana semangat dan kekuatan leluhur kita zaman dahulu sehingga bisa membuat kuburan dari batu yang sangat berat namun bisa dibuat rapih dan berdiri kokoh sampai saat ini,” ungkap Maramis seraya menambahkan KLiR juga akan merencanakan kegiatan lain untuk mendukung kegiatan kebangsaan seperti penghijauan, pelatihan bahasa asing, bakti sosial dan kegiatan lainnya menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

HUT ke-75 RI: KLiR Kerja Bakti di Kawasan Waruga Minawanua Likupang
Para pemuda dan remaja anggota KLiR gotong royong membersihkan kawadan waruga.

Galatia Rawung salah satu peserta kegiatan ini, mengatakan, sebaiknya ada pembatas di pinggiran waruga supaya rumput tidak mengotori bangunan waruga.

Ia berharap ada papan penanda atau papan nama lokasi supaya masyarakat yang berkunjung atau berada di lokasi ini bisa ikut menjaga dan menghargai lokasi bersejarah ini. 

“Sejarah adalah alasan mengapa manusia ada sampai saat ini. Semoga Waruga Minawanua akan menjadi wisata sejarah budaya sebagai bagian dari bukti semangat perjuangan warga Likupang mula-mula,” kata mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat Manado itu.  

Sementara, Camat Likupang Timur Delby Wahiu yang ikut hadir dalam kegiatan ini mengatakan lokasi Waruga Minawanua sudah dilaporkan kepada Dinas Pariwisata setempat untuk mendapat perhatian lebih serius.

“Lokasi Waruga Likupang bisa menjadi lokasi wisata sejarah di Likupang. Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait supaya ada perhatian untuk pemugaran dan perawatan rutin lokasi ini,” ujar Wahiu.

(***/Finda Muhtar)